Pengguna Jasa Kelautan Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Pengguna Jasa Kelautan Diminta Waspada Gelombang Tinggi - inilah.com

Para  pengguna jasa kelautan diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di laut selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tinggi gelombang baik di perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai kisaran 4-6 meter dan masuk dalam kategori sangat tinggi.

Itu dipengaruhi oleh keberadaan sistem tekanan rendah 1.008 hPa di Laut China Selatan sebelah timur Filipina.

Selain itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-selatan dengan kecepatan 5-25 knot.

“Kami mengimbau para pengguna jasa kelautan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di laut selatan Jabar-DIY,” kata Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan Sabtu (18/9/2021).

Baca juga  Polri Turunkan Tim Inafis Selidiki Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap

Mengenai peristiwa terbaliknya kapal Pengayoman IV di perairan utara Pulau Nusakambangan pada hari Jumat (17/9), Rendi mengatakan berdasarkan data pada Automatic Weather Station (AWS) yang terpasang di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), kecepatan angin saat kejadian berkisar 10-15 knot atau kategori sedang dengan arah embusan dari tenggara.

Ia memperkirakan kecepatan angin antara PPSC dan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, saat kapal Pengayoman IV terbalik tidak jauh berbeda.

“Kalau untuk tinggi gelombang, kami memang tidak ada alat ukur real time, namun saat kejadian diperkirakan berkisar 1,25-2,5 meter dan masuk kategori sedang. Sementara untuk arus dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5-10 centimeter per detik, sedangkan kondisi cuaca cerah berawan,” katanya.

Baca juga  Presiden China Xi Jinping tak Diberi Kesempatan Pidato dalam KTT COP26

Mengenai kecepatan angin maksimum di Cilacap sepanjang hari Jumat (17/9), dia mengatakan berdasarkan data AWS di PPSC tercatat mencapai 15 knot, Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap 19 knot, dan Pos Pengamatan Meteorologi Bandara Tunggul Wulung Cilacap mencapai 24 knot.

Tinggalkan Komentar