Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Kapan Pengumuman Kenaikan Harga BBM Subsidi, Menteri ESDM: Tunggu Saja Besok

Selasa, 30 Agu 2022 - 18:15 WIB
Pengumuman Kenaikan Harga BBM, Menteri ESDM: Tunggu Besok
Menteri ESDM, Arifin tasrif (dok.Kementerian ESDM).

Misteri kapan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi naik, mulai ada titik terangnya. Bisa jadi diumumkan besok (kamis, 31/9/2022), berlaku 1 September 2022.

Saat ditanya wartawan apakah kenaikan harga BBM subsidi diumumkan pada 31 Agustus 2021, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menjawab singkat. “Ya, tunggu saja besok,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (30/8/2022).

Sayangnya, Menteri Arifin terkesan tak mau banyak bicara soal kenaikan harga BBM. Pernyataannya normatif saja, bahwa rencana kenaikan harga BBM subsidi masih dimatangkan.

Ditemui pada kesempatan yang berbeda Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani berharap pemerintah bisa menghitung dampak rencana kenaikan harga BBM jika nantinya akan dilakukan.

Baca juga
BI Masih Persoalkan Kenaikan BBM Picu Inflasi Oktober Capai 0,05 Persen

“Kalkulasi dampak yang harus diperhitungkan bukan hanya untuk pemulihan ekonomi, tetapi untuk masyarakat,” ujar Puan di Nusa Dua, Badung, Bali.

Selain itu, lanjut puteri Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu, meminta agar pemerintah juga bisa mencermati rencana kenaikan harga BBM dengan sebaik-baiknya.

Sosialisasi yang baik dan tepat terhadap masyarakat, lanjut Puan, turut diperlukan yang bisa dilakukan dengan gotong-royong dan bekerja sama dengan pihak lainnya. “Jadi jangan sampai saat ingin melakukan kenaikan harga BBM tidak ada sosialisasi yang baik,” ujar Puan.

Sebelumnya pemerintah terus memberi sinyal kuat akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Pemerintah telah menyiapkan bantalan Rp24,17 triliun kepada masyarakat sebagai tambahan bantuan sosial atas rencana pengalihan subsidi BBM.

Baca juga
Boleh Lepas Masker, DPR Minta Masyarakat Tidak Euforia

Dari total bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun itu, masyarakat akan diberikan tiga jenis bantuan berupa bantuan langsung tunai, bantuan subsidi upah, dan alokasi dana transfer umum pemerintah daerah untuk membantu sektor transportasi di daerah masing-masing.

 

Tinggalkan Komentar