Pengusaha Pribumi yang Hidupi 60 Ribu Karyawan itu Difitnah Gelapkan Pajak

Pengusaha Pribumi yang Hidupi 60 Ribu Karyawan itu Difitnah Gelapkan Pajak - inilah.com
ist

Pengusaha pribumi asal Kalimantan Selatan, Haji Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam dihajar isu dugaan penggelapan pajak. Salah satu anak usaha nya, PT Jhonlin Baratama dikaitkan dengan kasus suap pajak mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno.

“Kontribusi beliau untuk pembangunan daerah luar biasa. Beliau ikut membangun ekonomi dengan investasi-nya kepada rakyat, itu komitmen beliau,” kata Juanidi, kuasa hukum Haji Isam kepada Inilah.com, Jumat (29/10/2021).

Junaidi menambahkan, melalui perusahaan-nya salah satu kontribusi nyata Haji Isam yaitu membuka banyak lapangan pekerjaan bagi rakyat Kalimantan.

“Itu komitmen beliau kepada negara dengan menyerap banyak lapangan kerja. Beliau mempunyai 60.000 karyawan, belum lagi 60.000 karyawan itu menghidupi keluarganya, itu adalah karya nyata,” ujar Junaidi.

Junaidi menerangkan, Haji Isam merupakan salah satu pengusaha tambang batubara asal Kalimantan Selatan. Selain pertambangan, Haji Isam juga mulai merambah bisnis gula dan biodiesel yang seluruhnya berada di bawah naungan Jhonlin Group.
 
“Pembangunan pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PT PAG) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, merupakan komitmen Haji Isam untuk turut berpartisipasi menopang program pemerintah dalam upaya swasembada gula dan ketahanan pangan di Indonesia. Komitmen Haji Isam pun turut didukung oleh pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan diresmikannya Pabrik Gula PT PAG oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2020 lalu,” jelas Junadi.
 
Junaidi melanjutkan Komitmen Haji Isam untuk mendukung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Baca juga  Anggota DPR: Pandora Papers Mengungkap Skema Penghindaran Pajak

“Komitmen ini ditunjukkan dengan pembangunan Pabrik Biodiesel terbesar di Kabupaten Tanah Bumbu di bawah naungan PT Jhonlin Agro Raya. Pabrik Biodiesel tersebut diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Oktober 2021,” sebut Junaidi.

Namun disaat Haji Isam berkomitmen membantu pemerintah membangun ekonomi, kini ia dikaitkan dengan isu suap pajak Angin Prayitno.

Haji Isam juga telah melaporkan eks mantan tim pemeriksa Direktorat Pajak Yulmanizar ke Polisi terkait memberikan keterangan palsu di Pengadilan. Selain dugaan tindak pidana memberikan keterangan kesaksian palsu, Yulmanizar juga dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.

Persidangan yang maksud Juanedi yaitu, persidangan terdakwa kasus suap Angin Prayitno selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak. Dalam persidangan pada 4 Oktober 2021, Yulmanizar mengaku bertemu konsultan pajak dari PT. Jhonlin Baratama bernama Agus Susetyo. Kepada Yulmanizar, Agus mengaku sebagai utusan Haji Isam untuk mengkondisikan nilai pajak PT Jhonlin Baratama.

Baca juga  500 Hektare Lebih Lahan Pertanian di Lumajang Rusak

Junaidi membantah kesaksian Yulmanizar tersebut. Haji Isam tidak pernah mengenal Agus Susetyo.

“Haji Isam tidak pernah mengenal Sdr. Agus Susetyo selaku konsultan pajak JB dan Sdr. Yulmanizar, baik secara langsung maupun tidak langsung,” sebut Junaidi.

Haji Isam sebagai ultimate shareholder, lanjut Junaidi, tidak pernah melakukan pengurusan terhadap perusahaan-perusahaan Jhonlin Group, khususnya JB, sehingga tidak mengetahui hal-hal terkait day-to-day operational perusahaan, khususnya mengenai perpajakan.

“Perusahaan-perusahaan di bawah naungan JG tentunya selalu mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan Haji Isam tidak pernah melakukan intervensi terhadap kepengurusan perusahaan, terlebih lagi urusan perpajakan,” katanya.

Baca juga  DPD Minta Pemberantasan Mafia Tanah Jadi Prioritas Penegak Hukum

Junaedi pun mengharapkan proses hukum terhadap Yulmanizar berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan.

“Kini Haji Isam mengharapkan keadilan dan rehabilitasi nama baik yang mengaitkan nama beliau dengan kasus pajak,” kata Junaidi.

Junaidi menambahkan, meskipun Haji Isam difitnah dengan kasus pajak, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya dalam membangun ekonomi.

“Banyak sekali lah, memang banyak seklali kontribusi besar beliau untuk negara,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar