Selasa, 12 Mei 2026 | 24 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketfinancePengusaha Puji Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Efek MBG hingga Proyek 3 Juta Rumah

Pengusaha Puji Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Efek MBG hingga Proyek 3 Juta Rumah

Ikhsan Medium.jpeg
Rabu, 6 Mei 2026 - 13:06 WIB
Share
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Torehan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 memantik optimisme besar di kalangan dunia usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai pencapaian ini merupakan buah manis dari eksekusi program strategis pemerintah yang berjalan tepat sasaran sejak awal tahun.

Anindya mengungkapkan bahwa percepatan belanja negara yang dimulai sejak Januari menjadi motor utama. Beberapa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan serapan anggaran mencapai Rp80 triliun serta proyek agresif pembangunan 3 juta rumah terbukti ampuh mendongkrak daya beli dan aktivitas ekonomi di akar rumput.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen di tengah kondisi global yang memburuk merupakan capaian yang luar biasa. Program pemerintah yang diterapkan sejak awal 2025 mulai menunjukkan hasil nyata tahun ini," ujar Anindya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2026).

Prestasi Tertinggi di Negara Anggota G20 

Pencapaian ini kian membanggakan lantaran posisi Indonesia berada di urutan teratas di antara negara-negara anggota G20. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, ekonomi China tercatat tumbuh 5 persen, disusul Singapura 4,6 persen, Korea Selatan 3,6 persen, serta Arab Saudi dan Amerika Serikat yang masing-masing tertahan di angka 2,8 persen.

Anindya menegaskan, melajunya ekonomi nasional tidak hanya ditopang oleh konsumsi domestik semata. Terbukanya pasar ekspor baru dan masuknya aliran investasi skala menengah ke berbagai daerah turut memberikan kontribusi signifikan terhadap struktur pertumbuhan yang lebih merata.

"Arus investasi yang masuk kini semakin beragam. Tidak lagi didominasi oleh proyek-proyek raksasa, tetapi juga investasi skala menengah yang menyasar sektor lebih luas dan menjadi penggerak ekonomi di daerah," jelasnya.

Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Baru Ekonomi 

Salah satu sorotan utama Kadin adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang muncul sebagai instrumen strategis baru. Program ini dinilai mampu menciptakan efek berantai (multiplier effect) yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan sektor riil di daerah-daerah.

Bagi dunia usaha, program MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan fondasi penting untuk mempertahankan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

"Program ini memperlihatkan bagaimana belanja pemerintah yang tepat sasaran dapat menciptakan efek berantai, mendorong konsumsi, dan mempercepat pemerataan ekonomi dari Sabang hingga Merauke," tegas Anindya.

Usulan Insentif Dana Transfer Daerah 

Guna menjaga momentum pertumbuhan ini, Kadin mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan dana transfer ke daerah. Anindya menyarankan agar pemerintah memberikan insentif berupa penambahan dana transfer bagi pemerintah daerah (Pemda) yang menunjukkan kinerja ekonomi mumpuni.

Langkah ini dinilai krusial untuk menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Kadin berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah demi memastikan kesejahteraan rakyat dapat terdistribusi secara adil dan merata.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com