Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Penistaan Agama M Kece, Simalakama Kapolri

Rabu, 25 Agu 2021 - 18:53 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Penistaan Agama M Kece, Simalakama Kapolri - inilah.com

Setelah menangkap YouTuber M. Kece, Kepolisian diminta tak selesai dengan hanya memprosesnya secara hukum. Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendesak proses pemeriksaan terhadap M.Kece harus menyentuh aspek motif, kalau perlu sampai kondisi kejiwaannya.

“Pandangan dan isi ceramah Muhammad Kece sangat kacau, tidak sesuai logika, dan menyesatkan. Terkesan yang bersangkutan nampaknya hanya sekedar mencari sensasi dan popularitas untuk sekedar mengais materi. Pemeriksaan dilakukan terkait motivasi dan kondisi kejiwaannya,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan.

M.Kece jadi ramai dibicarakan karena kerap menyampaikan sejumlah pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW, mencampuradukkan agama, dan memprovokasi agar umat Islam meninggalkan ajaran Rosulullah lewat siaran YouTube miliknya.

Baca juga
Kominfo Blokir 20 Konten Video Youtube Muhammad Kece

Setelah meresahkan dan diburu selama tiga hari terakhir, M. Kece berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya di Bali dan langsung diterbangkan menuju Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berhasil menangkap M.Kece, polisi juga diminta bergerak cepat menangkap penista agama lainnya. Selanjutnya Jozeph Paul Zhang, pastor yang mengaku nabi ke-26. Dalam siaran YouTube-nya, Zhang juga tak segan menghina dan merendahkan Islam.

Zhang sudah dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang larangan menyebarkan informasi yang mengandung unsur kebencian atau permusuhan, serta Pasal 156a KUHP terkait penistaan agama. 

Namun hingga kini, belum ada berita penangkapan Zhang meskipun keberadaannya sudah terdeteksi di luar negeri.

Baca juga
Ditangkap di Bali, YouTuber Kece Dibawa ke Jakarta

Sebelumnya diberitakan, politisi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan penegakan hukum dalam kasus penghinaan agama sangat penting.

“Ini untuk menunjukan bahwa Indonesia masih negara hukum, dan aturan-aturan tersebut tidak hanya di atas kertas, tetapi juga diterapkan secara benar dan adil di masyarakat, untuk semua kalangan masyarakat, bukan atas sebagiannya saja,” kata Hidayat, Selasa (24/8/2021).

Menurut Hidayat, M. Kece muncul karena mengira hukum tidak akan menyentuh dirinya dan kelompoknya. “Ini akibat apa yang dia saksikan, seperti tak tersentuhnya kasus penista agama Islam, sebelumnya yaitu Joseph Paul Zhang,” tegasnya.

Hidayat mempertanyakan sikap Polri yang terkesan lambat dan tak berdaya dalam menangani kasus Joseph Paul Zhang. Padahal, kasus penistaan agama bukan delik aduan yang membutuhkan adanya pengaduan dari korban, tetapi merupakan delik biasa.

Apabila ini terus dibiarkan, maka akan menimbulkan disharmonisasi di masyarakat Indonesia. 

Baca juga
Sejumlah Barang Bukti Ini Disita Polisi dari Youtuber Kece

“Jangan sampai dengan adanya penistaan agama Islam semacam ini, dan pembiarannya, maka akan berdampak pada semakin terjadinya pembelahan, umat beragama diadu domba, dan kesatuan NKRI jadi taruhannya,” kata Hidayat.

Tinggalkan Komentar