Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Penonton Sebut Gas Air Mata Penyebab Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 02 Okt 2022 - 14:25 WIB
Gas Air Mata
Kericuhan di dalam Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema versus Persebaya pada Sabtu malam (1/10/2022). (Foto: Istimewa).

Seorang penonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang membantah kabar kekisruhan yang terjadi akibat ulah para pendukung sepak bola.

Dia mengatakan hanya ada beberapa pendukung Arema yang sempat turun ke lapangan setelah klub yang dibelanya mengalami kekalahan.

“Nggak kisruh, nggak geger, orang cuma satu atau dua yang turun lalu diamankan polisi,” kata saksi, Minggu (2/10/2022).

Setelah itu, lanjut dia, polisi menembaki penonton dari tribun satu hingga tribun 14 dengan gas air mata yang memicu kemarahan penonton.

“Semua yang di situ malam itu nyalahin polisi kok tiba-tiba nembakin gas air mata,” tambah dia dengan bahasa Jawa.

Baca juga
Jenderal Polisi Kompak Bungkam Soal Pengusutan Konsorsium 303

Lebih lanjut, saksi tersebut juga mengatakan pintu keluar supporter di tutup sehingga semakin banyak penonton yang terkena ga air mata.

Menurut saksi, kematian ratusan penonton bukan disebabkan oleh kericuhan tetapi gas air mata yang menyerang penonton sehingga menimbulkan mata perih, penonton sesak napas, hingga terinjak-injak.

Dia menegaskan pemberitaan mengenai kematian yang disebabkan oleh kekisruhan supprter merupakan berita yang diputarbalikkan. Sebab, polisi yang menyebabkan ratusan penonton meninggal dunia.

“Sumpah nggak kisruh, saya lihat langsung. Keinjek-injek matinya, ada yang sesak, ada yang perih matanya langsung mati,” tandasnya.

Diketahui, Ratusan orang meninggal dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu malam (1/10/2022).

Baca juga
Foto: Mural Kritik Polisi Mejeng di Kompleks Mabes Polri

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Selain korban meninggal, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Tinggalkan Komentar