Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Pentingnya Perhatikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi  - inilah.com
istimewa

Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang marak dibicarakan terutama di masa pandemi saat ini. Pandemi covid-19, keadaan saat masyarakat diharuskan beradaptasi dengan banyak kebiasaan baru dan berbagai keterbatasan.

Namun, masalah kesehatan mental bukan hal baru. Bagi masyarakat pada umumnya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan pemeliharaan kesehatan jasmani. Di Indonesia, data dari Kementerian Kesehatan pada 2018 mencatat 9.8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.
 
“Dari angka tersebut, 12.382 ODGJ hidup dalam pemasungan. Hanya 38.14 persen ODGJ di Indonesia berhasil menerima perawatan yang baik dan benar, sisanya mungkin terlantar dan jumlah ini terus bertambah,” papar Rhaka Co-founder Menjadi Manusia Rhaka Ghanisatria, Jakarta, Senin, (13/09/2021).

Baca juga  Tiga Cara Atasi Pandemi Hectic

Keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa, banyak yang tidak memiliki pengetahuan memadai terkait cara penanganan dan perawatan, terlebih yang tinggal di pedesaan.

Selain itu, biaya penanganan orang dengan gangguan jiwa akut tidak kecil jumlahnya. ODGJ akut ini membutuhkan supervisi dari tenaga kesehatan. Minimnya jumlah rumah sakit di Indonesia membuat banyak ODGJ akut tidak tertolong.

Mereka tidak mendapatkan hak sebagai warga negara, sulit memperoleh akses kesehatan, serta tidak diterima masyarakat walaupun sudah kembali produktif. Pada kebanyakan kasus, berakhir dengan pemasungan.

“Penyediaan infrastruktur kesehatan yang layak bagi ODGJ dinilai sangat perlu. Maka dari itu,  Kita Manusia ingin merenovasi panti rehabilitasi yang sudah kelebihan kapasitas,” tambahnya.

Baca juga  Selain Prabowo, Fadli Zon Juga Pernah Ditegur Ketua RW

Untuk mengatasi hal tersebut, melalui kampanye Kita Manusia, platform sosial Menjadi Manusia bersama Kita Bisa, Karin Novilda, Ariel Tatum, dr. Jiemi Ardian, Avianti Armand, Ubah Stigma, TeamUp, Infia, dan Marsan Susanto mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan menyediakan fasilitas kesehatan memadai bagi para penderita gangguan jiwa akut di Indonesia.

Kita Manusia adalah kampanye dengan misi untuk mengedukasi masyarakat akan minimnya penanganan ODGJ di Indonesia, sekaligus menggalang donasi dalam rangka membangun infrastruktur kesehatan yang lebih layak bagi mereka.

Kampanye ini diprakarsai oleh Menjadi Manusia, platform sosial yang digagas Rhaka Ghanisatria bersama kedua rekannya, Adam Alfares Abednego dan Levina Purnamadewi.

Baca juga  Raisa Ungkap Rahasia Naikan Imun dengan Konsumsi Buah

“Kami percaya, semua ODGJ berhak pulih. ODGJ yang tidak tertangani sekarang juga manusia, seperti kita. Namun sayangnya, karena stigma yang kuat dan minimnya infrastruktur kesehatan, banyak dari mereka tidak mendapatkan treatment yang tepat,” ujar Rhaka.

Sebagai sesama, Menjadi Manusia merasa terpanggil untuk bahu-membahu menolong. ODGJ yang terlantar dan membutuhkan bantuan.

“Salah satu ikhtiar kita merangkul mereka adalah melalui kegiatan Kita Manusia ini,” kata Rhaka.

Tinggalkan Komentar