Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Penuhi Permintaan Pasar, Zulhas: Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau

Senin, 03 Okt 2022 - 12:14 WIB
Penuhi Permintaan Pasar, Zulhas: Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau - inilah.com
(Foto: Humas Kemendag)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan stok beras secara nasional aman dengan harga yang terjangkau. Pemerintah memastikan stabilitas harga beras nasional tetap terjaga. Salah satunya dengan memenuhi permintaan pasar di seluruh Tanah Air.

Penegasan itu, ia sampaikan saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang bersama Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo Adi di Jakarta, Senin (3/10/2022). “Beras pengaruhnya terhadap inflasi tinggi sekali. Oleh karena itu, Pemerintah terus mengecek stok di pasar, salah satunya Pasar Induk Beras Cipinang. Memang kenyataannya, Agustus-September harga beras naik. Salah satunya disebabkan kenaikan harga gabah,” ujar Mendag yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Turut hadir pada kegiatan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Kepala Perum Bulog Budi Waseso, serta Ketua Komisi VI DPR RI Sudin. Pada kegiatan ini, Mendag Zulkifli Hasan didampingi Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

Menurut Mendag, sejumlah langkah strategis seperti operasi pasar dan penyerapan gabah petani telah dilakukan. Untuk menghadapi berbagai kemungkinan, pemerintah terus mengintensifkan  komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah. Ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan secara nasional.

Baca juga
Inilah Daftar Pemenang Penghargaan Nimo TV Gala 2021

Mendag menyebut, pemerintah telah melakukan beberapa langkah. Salah satunya dengan memenuhi permintaan pasar. “Kita memenuhi pasar, tidak hanya di Pasar Induk Cipinang, tetapi juga seluruh Tanah Air,” ucapnya tandas.

Mendag berharap Pemerintah Daerah merespons dengan cepat gejolak harga barang kebutuhan pokok. Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan kepala daerah untuk terus memantau harga barang kebutuhan pokok, seperti beras.

“Berapapun gejolak harga yang terjadi di pasar, Pemerintah Daerah diharapkan tetap menjaga sesuai harga standar. Misalnya dengan subsidi harga sehingga harga tidak bergejolak,” tutur Mendag.

Mendag juga mengungkapkan, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar harga beras dapat terkendali, baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Diharapkan operasi pasar dilakukan serempak di seluruh Tanah Air, terutama di daerah yang mengalami kenaikan signifikan agar harga terkendali,” pungkas Mendag.

Sementara Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan siap untuk mengirimkan beras dan komoditas lainnya ke berbagai daerah seluruh Indonesia. Salah satunya melalui tol laut yang relatif fleksibel dan bisa dilakukan setiap saat.

Baca juga
Libatkan 25.000 Petani Tebu, Mendag Zulhas Lepas Ekspor Etanol Senilai Rp12,7 M

Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan daerah untuk memperlancar transportasi.

Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo menambahkan, kenaikan harga beras tidak bisa dihindari. Di antara penyebabnya adalah kenaikan biaya tanam dan kenaikan biaya distribusi.

Untuk itu, pemerintah, melalui Bulog mendukung pasar dengan menyerap beras sesuai dengan harga yang telah ditentukan pemerintah.

Arif menyebut, stok Bulog hari ini sekitar 800 ribu ton dan pemerintah akan menyerap beras hingga 1,2 juta ton. Jadi berapapun yang diminta pasar seperti Cipinang, akan dipenuhi. Bapanas beserta pemangku kepentingan terkait selalu memperhatikan stok beras dan barang penting lainnya karena inflasi dari volatile food ini yang masih bisa kita kendalikan.

Senada dengan Arif, Wamentan Harvick menyampaikan, Kementan berkonsentrasi penuh dalam menjaga ketersediaan produksi beras sesuai target. Pada tahun ini, produksi cukup. Akan tetapi, ada situasi yang tidak bisa dihindari dan mengganggu distribusi serta penyerapan.

Baca juga
Kemendag Fasilitasi Penandatanganan 34 Kesepakatan Dagang Senilai Lebih dari Rp4 Triliun

Sebelumnya, pemerintah telah  menugaskan Perum Bulog melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium hingga 31 Desember 2022. Pada program ini,  Perum Bulog menyediakan beras dengan harga eceran tertinggi  (HET) secara terus-menerus, baik di pasar rakyat, ritel modern, maupun lokasi penjualan eceran lainnya yang mudah dijangkau masyarakat.

Perum Bulog juga ditugaskan untuk menyalurkan beras ke distributor dengan harga yang lebih rendah sehingga harga beras yang dijual dapat mencapai HET di tingkat eceran. Hingga 30 September 2022, program KSPH untuk beras medium telah direalisasikan sebesar 652.768 ton dan khusus Jakarta sebesar 31.715 ton.

Tinggalkan Komentar