Penumpang Pesawat Wajib PCR, Ini Alasannya

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Ini Alasannya - inilah.com
foto istimewa

Hasil rapid test Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat menjadi salah satu syarat yang wajib disertakan saat pemeriksaan kelengkapan dokumen di bandara.  Ini dilakukan karena adanya pelonggaran izin kapasitas penumpang pesawat menjadi 100 persen.

“Ini merupakan bagian dari uji pelonggaran mobilitas dengan prinsip kehati-hatian,” kata Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (21/10/2021).

Jika sebelumnya penumpang pesawat cukup dengan menunjukkan hasil negatif tes antigen, namun saat ini harus menyertakan hasil negatif tes PCR. Ini mengacu pada pelonggaran jumlah kapasitas penumpang yang kini menjadi 100 persen.

Menurutnya tes PCR memiliki tingkat kesensitifan yang lebih akurat untuk mendeteksi Covid-19. “Diharapkan perubahan dokumen syarat perjalanan ini dapat meminimalisasi potensi penularan virus di moda transportasi udara,” tambahnya.

Baca juga  Indonesia Sudah Habiskan Rp28,2 Triliun untuk Belanja Vaksin COVID-19

Tak hanya itu, dibukanya pintu masuk kedatangan internasional sejak 14 Oktober 2021 lalu juga menjadi pertimbangan kewajiban PCR bagi penumpang pesawat. Karena itu Wiku meminta kepada seluruh calon penumpang pesawat mematuhi aturan tersebut.

Meski begitu, pihaknya terus melakukan evaluasi terkait kebijakan transportasi yang menyangkut kepentingan orang banyak. Sehingga tak menutup kemungkinan kebijakan itu akan kembali berubah menyesuaikan perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan aturan soal syarat perjalanan penumpang pesawat wajib menyertakan dokumen hasil tes PCR dua hari sebelum keberangkatan. Ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.53 dan 54 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1.

Baca juga  Satgas Ingatkan Masyarakat Pertahankan Penurunan Kasus COVID-19

Karena pemerintah akan mengizinkan pesawat mengangkut penumpang dengan kapasitas penuh atau 100 persen di setiap penerbangannya. “Tentu alasan utama soal menjaga kesehatan, apalagi sesuai Inmendagri, kapasitas pesawat dinaikkan Jadi 100 persen,” jelasnya.

Sesuai Inmendagri, pelaku perjalanan jarak jauh yang menggunakan moda transportasi udara, laut, darat baik dengan kendaraan pribadi atau umum, dari dan ke daerah Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin.

Jika pelaku perjalanan menggunakan moda transportasi pesawat wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test PCR. Sampel PCR maksimal 2×24 sebelum hari keberangkatan.

Tinggalkan Komentar