Penutupan PON XX Papua: Simbol dari Kemajuan Olahraga Nasional

Penutupan PON XX Papua: Simbol dari Kemajuan Olahraga Nasional - inilah.com
(Antara Foto)

Kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional  Papua 2021 menjadi simbol kebangkitan bukan hanya bagi Papua, melainkan juga untuk olahraga nasional. Meskipun dilaksanakan di masa sulit pandemi Covid-19, pemerintah daerah dan masyarakat Papua membuktikan PON bisa berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, terdapat tiga tantangan terbesar dalam penyelenggaraan PON Papua. Pertama, pembangunan arena olahraga yang masif berstandar internasional. Kedua, jarak antar-arena pertandingan yang berjauhan di empat wilayah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Alhasil, Papua menyelenggarakan pesta olahraga terakbar di Tanah Air dengan jarak arena yang paling jauh.

Ketiga, lanjut Wapres, PON Papua dilaksanakan di era pandemi Covid-19 yang menuntut seluruh elemen penyelenggara menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan yang amat ketat.

Baca juga  Hasil Investigasi Komnas HAM: KPI Gagal Secara Lembaga

Bagi saya, ini PON tersulit yang bisa diselenggarakan, tetapi ternyata Papua mampu menyelenggarakannya dengan sempurna. Ini sesuai sekaligus membuktikan semboyan ’torang bisa!’.

”Bagi saya, ini PON tersulit yang bisa diselenggarakan, tetapi ternyata Papua mampu menyelenggarakannya dengan sempurna. Ini sesuai sekaligus membuktikan semboyan ’torang bisa!’,” kata Wapres Amin dalam pidato penutupan PON 2021 di Stadion Utama Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat dikutip dari Antara (15/10).

”Berkat pelaksanaan PON ini, Papua telah menunjukkan diri mampu sejajar dengan provinsi lain di Tanah Air. Bahkan, dalam beberapa aspek, Papua justru lebih baik. ’Kalo ko bisa, sa juga bisa lebih baik’, camkan kata-kata motivasi itu agar masyarakat Papua terus maju,” ucap Wapres.

Baca juga  Jagung Mahal, Mendag Lutfi Sudah Prediksi, Masalahnya Stok Memang Tak Cukup

Gubernur Papua Lukas Enembe mengapresiasi seluruh kerja keras masyarakat Papua yang bertugas sebagai panitia, ofisial pertandingan, hingga sukarelawan. Menurut Lukas, seluruh penyelenggara telah menunjukkan profesionalitas untuk membuktikan Papua bisa menyelenggarakan PON dengan sukses.

”Sebelum PON, banyak yang skeptis dan pesimistis apakah Papua mampu menjadi tuan rumah. Kita buktikan Papua mampu, kitorang bisa!” tutur Lukas yang disambut gemuruh tepuk tangan dari puluhan ribu warga Papua yang hadir langsung di tribune Stadion Utama Lukas Enembe.

Upacara penutupan PON 2021 dibuka dengan hadirnya Wapres Amin beserta sang istri, Wury Estu Handayani, di kursi naratama stadion, pukul 19.01 WIT. Dalam kesempatan itu, Wapres dan istri mengenakan topi bulu burung cenderawasih.

Baca juga  Ma'ruf Amin Persilahkan Densus 88 Proses Hukum Anggota MUI

Tarian etnik Papua yang diiringi musik gubahan komposer Andi Rianto membuka pesta penutupan itu. Acara dilanjutkan dengan parade perwakilan atlet dari 34 provinsi, ofisial pertandingan dari 37 cabang olahraga dan 11 olahraga eksibisi, serta para sukarelawan.

Kemegahan upacara penutupan terasa meriah berkat penampilan musik musisi Papua dan nasional, di antaranya Manggo Rap & Epi D’Fenomeno, Saykoji, dan Noah Band.

Tinggalkan Komentar