Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

5 Penyakit Muncul Saat Musim Hujan dari ISPA hingga Demam Berdarah

Rabu, 09 Nov 2022 - 10:41 WIB
Penyakit Musim Hujan
Istockphoto

Sebagai negara beriklim tropis, namun Indonesia memiliki dua musim, yakni kemarau dan hujan. Masa pancaroba atau peralihan antara kedua musim tersebut biasanya turut disertai dengan berbagai penyakit.

Penyakit penyerta bukan hanya muncul saat masa pancaroba saja, melainkan juga pada musim hujan. Terlebih, hujan dengan intensitas yang sangat tinggi biasanya diiringi dengan banjir di sejumlah daerah di Indonesia.

Penyakit penyerta di musim hujan

Dokter RS Pondok Indah, dr. Kristanti Diliasari, menjelaskan pada musim hujan, suhu udara akan lebih dingin daripada biasanya. Suhu yang dingin memudahkan virus untuk berkembang biak dan berpindah tempat. Sementara itu, sistem kekebalan tubuh manusia bekerja lebih lemah pada suhu yang dingin. Akibatnya, virus lebih mudah untuk menginfeksi tubuh.

“Ditambah lagi dengan kehadiran banjir sebagai media penyebaran bakteri dan virus yang lebih cepat. Virus COVID-19 saat ini juga masih perlu diwaspadai. Jika tidak benar-benar menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan, Anda akan dengan mudah terkena penyakit,” kata Dokter RS Pondok Indah, dr. Kristanti Diliasari, ditulis di Jakarta, Rabu, (09/11/2022). 

Beberapa jenis penyakit yang kerap mengintai saat musim hujan antara lain:

1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti batuk pilek, radang tenggorokan, hingga COVID-19.

Baca juga
Hasil Laga Lawan Thailand Akan Jadi Penentu Langkah Indonesia di Piala AFF 2022

“Kandungan air yang tinggi di udara mendukung berbagai mikroorganisme berbahaya berkembang biak lebih cepat daripada di iklim yang lebih hangat dan lebih kering,” tambahnya.

2. Diare

Diare merupakan gangguan buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair dan intensitas yang lebih sering dari biasanya. Diare terjadi karena adanya kontaminasi bakteri atau virus pada saluran pencernaan.

“Dalam kondisi hujan dan banjir, faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena diare adalah kurangnya akses terhadap air bersih, sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak menjaga kebersihan diri, serta mengonsumsi makanan yang tidak higienis,” paparnya.

3. Demam tifoid

Demam tifoid merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.

Baca juga
Malaysia Tak Serius Patuhi MoU Soal PMI, Awas Main Curang!

“Bakteri ini biasanya ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri ini juga dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi,” ujarnya.

4. Demam berdarah

Saat musim hujan, terdapat banyak genangan air sisa hujan yang menjadi tempat nyamuk untuk berkembang biak, tak terkecuali jenis nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue. Tidak heran jika jumlah kasus demam berdarah kembali meningkat saat memasuki musim hujan.

5. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan kuman leptospira yang berbentuk spiral kecil disebut spirochaeta. Bakteri yang menyebar melalui urine tikus ini dapat menembus kulit atau lapisan-lapisan kulit dalam (mukosa) manusia normal.

Baca juga
Heru Budi Larang Wali Kota hingga Lurah Ambil Cuti Demi Antisipasi Banjir

“Penyakit ini dapat menyebabkan kulit kekuningan, mukosa mengering, demam tinggi, sakit kepala, hingga diare atau sembelit,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar