Rabu, 07 Desember 2022
13 Jumadil Awwal 1444

Penyalahgunaan Ribuan Liter BBM Subsidi Diungkap Polisi

Rabu, 07 Sep 2022 - 23:13 WIB
Penulis : Aria Triyudha
Bbm Subsidi - inilah.com
Ilustrasi jeriken berisi BBM. (Foto: Antara).

Penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebanyak 2.100 liter di Garut, Jawa Barat, diungkap polisi. Kasus ini menjerat dua pelaku melalui modus membeli BBM dari daerah lain kemudian menjualnya dengan har tinggi di selatan Kabupaten Garut.

“Modus dua tersangka ini melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi di daerah Tasikmalaya di Cipatujah dengan ini tidak dari SPBU. Tapi dari orang lain yang saat ini kami lakukan pengembangan,” kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono di Garut, Rabu (7/9/2022).

Dia menjelaskan, terbongkarnya kasus itu bermula dari kecurigaan polisi terhadap mobil bak terbuka di Pameungpeuk wilayah selatan Garut, Jumat (2/9/2022). Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan dan menemukan banyak jeriken berisi pertalite, pertamax, dan solar.

Baca juga
Novi Amelia Sempat Berobat ke RS Sebelum Ditemukan Bunuh Diri

“Setelah dilakukan pengembangan di lokasi, kami menyita sejumlah barang bukti seperti kendaraan roda 4 jenis pikap, 55 jeriken kapasitas 35 liter untuk BBM jenis pertalite, 5 jeriken kapasitas 35 jenis bio solar,” terang Wirdhanto.

BBM tersebut dibeli dari suatu tempat di daerah Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya atau daerah perbatasan dengan Garut. Rencananya untuk dijual kembali di daerah selatan Garut.

Wirdhanto membeberkan, selain BBM, polisi juga menangkap sopir berinisial JM (22). Turut diciduk orang yang membeli atau pemilik BBM yakni RU (40)

“Pengakuan tersangkaBBM yang dibelinya itu biasa dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Akan dijual setelah pemerintah menaikkan harga BBM sehingga bisa mendapatkan untung lebih besar, ujar Wirdhanto.

Baca juga
Bocoran DPR: Pertalite Naik Rp10.000, Solar Rp7.200 dan Pertamax Rp16.000

Kedua tersangka JM dan RU disangkakan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancamannya ancaman enam tahun penjara dan denda Rp60 miliar.

Kedua tersangka kini meringkuk di tahanan Mapolres Garut.

Tinggalkan Komentar