Sabtu, 03 Juni 2023
13 Dzul Qa'dah 1444

Perlu Diwaspadai, Ini Penyebab Banjir Bandang dan Pencegahannya

Jumat, 10 Mar 2023 - 17:17 WIB
penyebab banjir bandang
Penyebab Terjadinya Banjir Bandang dan Cara Pencegahannya. Foto: gettyimages.com

Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Lahat, Sumatera Selatan. Banjir terjadi setelah hujan deras dan menyebabkan Sungai Lematang meluap ke pemukiman warga. 

Berdasarkan hasil kajian cepat sementara, dilaporkan sedikitnya 120 rumah terendam banjir. Selain itu, banjir juga menyebabkan jebolnya jembatan penghubung antara Kelurahan Nantal dan Bandar Agung.  

Tak hanya itu, beberapa bangunan juga tampak hanyut dan roboh akibat hujan deras. Dari insiden tersebut diketahui bahwa banjir bandang ini telah menelan korban jiwa pada Kamis (3/9/2023). Satu orang dinyatakan tewas setelah terseret arus.  

Dari runtutan peristiwa tersebut, lantas apa sebenarnya penyebab banjir bandang?

Apa Itu Banjir Bandang?

Banjir bandang merupakan bencana banjir yang sering terjadi di sungai dengan kemiringan dasar sungai yang sangat curam, dikutip dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Banjir bandang atau air bah merupakan bencana alam yang dapat menimpa manusia ketika terjadi hujan deras tanpa diimbangi serapan tanah yang cukup. Munculnya banjir dapat diprediksi dengan mengamati curah hujan dan aliran air.  

Meski bencana tersebut terkadang tidak memakan banyak korban jiwa, namun tetap menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan mengganggu stabilitas ekonomi suatu masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu tahu penyebab banjir bandang dan cara pencegahannya.

penyebab banjir bandang
Ilustrasi: Freepik

Penyebab Banjir Bandang

Berikut beberapa poin yang menjadi penyebab terjadinya banjir bandang, dikutip dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bogor:

1. Curah Hujan Tinggi

Tingginya curah hujan akan berdampak pada peningkatan debit dan volume air yang ada di daratan. Banjir bandang bisa berbahaya ketika air tidak terserap seluruhnya oleh tanah atau mengalir ke sungai.

2. Tumpukan Sampah

Jenis sampah seperti sampah plastik, bisa menyumbat aliran sungai. Apabila sampah-sampah tersebut tersangkut di bantaran sungai, maka aliran sungai akan berhenti dan menyebabkan volume air meningkat. Jika volume air meningkat, itu dapat menyebabkan efek tekanan yang sangat besar.  

3. Pemukiman di Daerah Resapan Air

Di kawasan yang seharusnya diperuntukkan sebagai daerah resapan air, malah terdapat banyak bangunan tempat tinggal yang dapat menimbulkan aliran air yang besar dan sangat deras ketika hujan deras tiba. Ini karena aliran air tersumbat di pemukiman padat penduduk. 

4. Volume Air yang Besar

Aliran air yang deras tiba-tiba menghantam pemukiman tentu saja berbahaya bagi warga sekitarnya. Tidak hanya secara materi, tetapi juga dapat menghilangkan nyawa manusia.  

Bahkan, bila air tersebut merupakan kiriman dari hulu sungai. Biasanya terjadi di wilayah Jadetabek yang rawan banjir saat hujan deras di wilayah Bogor. 

5. Sungai Tidak Terlalu Lebar

Sempitnya sungai juga terkait langsung dengan alih fungsi lahan menjadi pemukiman. Hal itu karena sungai yang tidak terlalu lebar tidak bisa menampung air melebihi kapasitasnya.

6. Kondisi Topografis

Kecuraman lereng bisa memengaruhi kecepatan aliran air. Hal ini harus dicegah karena air yang masuk siap menghancurkan semua yang dilaluinya.

7. Penebangan Hutan Liar

Tumbuhan berperan pada proses penyimpanan air pada tanah. Jika hutan sudah gundul, maka risiko terjadinya banjir bandang semakin tinggi karena air hujan tidak bisa diserap dengan sempurna.

Selain itu, apabila pohon-pohon ditebangi maka peluang tanah longsor semakin besar, khususnya pada wilayah perbukitan. 

8. Tinggi Rendahnya Daratan

Tinggi rendahnya tanah (daratan) menjadi salah satu faktor yang sangat besar pada penyebab terjadinya banjir bandang. Tentu saja, ketika air jatuh dari tempat yang lebih tinggi, kecepatannya semakin cepat saat turun ke bawah (dataran rendah). Hal ini yang harus diperhatikan, karena arus air yang kuat dan deras dapat merusak dinding rumah.

9. Bendungan yang Rusak

Penyebab banjir lainnya bisa terjadi karena jebolnya bendungan. Bendungan bisa mengalami kerusakan karena hujan deras, kurangnya perawatan, usia, serta naiknya permukaan air. 

Misalnya kasus yang pernah terjadi pada tanggal 27 Maret 2009 silam, menimbulkan terjadinya banjir bandang di Situ Gintung akibat rusaknya bendungan. 

Cara Mencegah Banjir Bandang

Berdasarkan buku dari BNPB dengan judul Edukasi Bencana Banjir, ada beberapa langkah pencegahan banjir bandang yang dapat Anda lakukan, meliputi:

  • Jangan membangun rumah di tepi sungai
  • Pemasangan pompa di daerah lebih rendah dari permukaan laut
  • Melakukan penataan DAS secara terpadu dan lahan sesuai fungsi
  • Lakukan program reboisisasi ke hulu secara rutin
  • Buat jalur evakuasi bencana
  • Biasakan buang sampah pada tempatnya
  • Tingkatkan kesadaran untuk membersihkan saluran air

Tinggalkan Komentar