Rabu, 06 Juli 2022
07 Dzul Hijjah 1443

Penyebab Tangan Kesemutan dan Cara Pencegahannya

Rabu, 10 Nov 2021 - 15:23 WIB
Penyebab Tangan Kesemutan dan Cara Pencegahannya  - inilah.com
istimewa

Kerap merasakan tangan kesemutan dan sulit bergerak? Nah, ternyata hal ini banyak dirasakan masyarakat.

Adanya perasaan kebas pada tangan atau kaki yang kerap dikenal masyarakat dengan kesemutan, ini terjadi karena adanya gangguan pada saraf. Biasanya menjadi penanda penyakit, namun bisa juga karena normal terjadi.

Dikutip dari akun instagram @dokterdecsa milik dokter spesialis penyakit dalam RSUD Dr. Soetomo, Jakarta, Rabu, (10/11/2021), ada beberapa peyebab kesemutan.

1. Penyakit diabetes, hampir sebagian besar orang yang punya diabetes mengalami gejala ini

2. Penyakit autoimun, biasanya terjadi keradangan pada sistem saraf tepinya

3. Infeksi, bisa karena bakteri atau virus seperti hepatitis B/C, HIV, difteri, dan lainnya

Baca juga
7 Fakta Suga BTS Positif COVID-19

4. Tumor yang dapat menekan saraf

5. Habis jatuh (trauma) jika ada trauma tepat di sarafnya juga bisa bikin tangan kesemutan

6. Kekurangan vitamin, khususnya vitamin B1, B6, B12, dan E

7. Pengobatan kanker atau kemoterapi

8. Peminum miras.

Tangan kesemutan tidak memberikan dampak langsung ke kesehatan. Nah adanya hal tersebut justru merupakan kesempatan untuk mengidentifikasi penyakit apa yang ada di dalam tubuh.

Jadi, segera ke dokter jika menderita tangan kesemutan yang berlangsung lama. Semakin cepat penyakit utamanya ditemukan, semakin cepat pula keluhan tersebut berkurang.

Lantas bagaimana cara pencegahannya?

Jika menderita penyakit diabetes atau autoimun, kontrol dengan baik pola hidup sehat serta konsumsi obat-obatan yang diberikan dokter.

Baca juga
Mantan Direktur WHO Imbau Masyarakat Tidak Panik dengan Varian Baru NeoCov

Kemudian, selain itu, cukupi kebutuhan mikronutrien dengan konsumsi banyak sayur, buah, gandum, dan lauk seperti daging yang tanpa lemak.

Aktivitas fisik, setidaknya 30 menit, seminggu bisa dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali.

Hindari faktor risiko yang dapat mengganggu saraf, gerakan  yang repetitif, meroko, dan konsumsi alkohol.

Tinggalkan Komentar