Peran Strategis Muhammadiyah dan Aisyiah Dukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global

Di tengah perkembangan dinamika global, Indonesia harus turut berperan sebagai aktor penting di dunia internasional. Ada dua momen strategis di mana Indonesia justru diakui dan dikukuhkan peranannya di dunia internasional.

Pertama, tokoh-tokoh muslim Indonesia diakui kontribusi keilmuannya dan peran sosialnya sehingga masuk ke dalam 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2021. Kedua, Indonesia terpilih sebagai presiden G20 untuk tahun 2022.

Guna memperkuat momentum tersebut, Amanat Institute berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin (15/11) mengadakan seminar kebangsaan dengan tajuk Moderasi Indonesia untuk Dunia: Peran Strategis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Mendukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global.

Dalam sambutannya Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan mandat memimpin Presidensi G20 merpakan capaian positif untuk membangun optimisme pasca menghadapi pandemi COVID-19.

“Saya ingin menyampaikan atas nama PP Muhammadiyah kepada Indonesia khusus Presiden Jokowi yang telah memperoleh mandat memimpin Presidensi G20 untuk satu tahun ke depan. Ini sebuah capaian yang positif dan konstrukstif bagi usaha pulih dan membangun optimisme pasca kita menghadapi pandemi COVID-19 yang masih berjalan meskipun masih melandai. Sekaligus membangun optimisme di kancah global,” katanya.

Baca juga  Warga Pamulang Keluhkan Tagihan PAM

Adapun seminar kali ini terbagi menjadi dua sesi pembahasan. Topik pada sesi pertama membahas peran Muhammadiyah dalam memperkuat wajah moderasi Islam Indonesia di dunia internasional. Sejatinya nilai moderasi dalam beragama adalah nilai utama dan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia.

Melalui second track diplomacy, selain mempromosikan budaya dan pariwisata lokal, Indonesia bisa turut mempromosikan moderasi Islam di tingkat global sebagai alat diplomasi. Hal tersebut dapat memperteguh peran sentral Indonesia dalam dunia internasional.

Kemudian pada sesi kedua topik yang dibahas adalah peran Perempuan khususnya Aisyiyah dalam memperkuat agenda Indonesia sebagai Presiden G-20. Aisyiyah sudah memberikan banyak kontribusi rill terkait pentingnya peran perempuan dalam menggerakan perekonomian Indonesia.

Baca juga  MUI dan PP Muhammadiyah Dukung Fatwa Haram Beri Uang ke Pengemis

Pada sesi ini Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. sebagai Ketua Umum PP Aisyiyah menyatakan penguatan ekonomi yang dilakukan Aisyiyah adalah usaha-usaha untuk melakukan penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas, permodalan, dan jaringan serta digitalisasi.

“Aisyiyah tercatat membina 465 koperasi dan sebanyak 3.435 Bina Usaha Ekonomi Keluarga di tingkat bawah hingga melakukan program Sekolah Wirausaha Aisyiyah yang dilakukan di seluruh Indonesia,” katanya.

Berbagai kontribusi yang dilakukan Aisyiyah ini menjadi penopang untuk terwujudnya agenda prioritas dalam G20. Agenda prioritas itu adalah mendukung ekonomi dan keuangan inklusif bagi underserved community yaitu wanita, pemuda, dan UMKM, termasuk aspek lintas batas.

Tokoh nasional yang turut hadir dan berbicara dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. (Ketua Umum PP Aisyiyah), Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM. (Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, MBA., MMT., IPU. (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia), H. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama Republik Indonesia), H.E. Dr. Ir. Muhammad Najib, M.Sc. (Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol), H.E. Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA. (Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon), dan Dr. Dian Triansyah Djani, SE, MA (Co-Sherpa Kementerian Luar Negeri). Adapun moderator dalam kegiatan ini adalah Fahd Pahdepie, S.IP. M.A. (Direktur Eksekutif Amanat Institute), Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni & AIK UMY).

Baca juga  Grebek Gudang Penyimpanan Rokok Ilegal, Bea Cukai Cirebon Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok

Tinggalkan Komentar