Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Peran Strategis SDM Indonesia Menuju Masa Depan Netralitas Karbon

Jumat, 20 Mei 2022 - 15:11 WIB
Netralitas Karbon
(dok. TMMIN)

Sebagai kelanjutan dari peresmian fasilitas xEV Center yang menjadi wujud nyata serta sinergi positif Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan industri otomotif, Toyota Indonesia berkolaborasi bersama institusi pendidikan dengan menggandeng sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

SDM tersebut terdiri dari generasi muda serta para pengajar beberapa universitas di Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan riset. Tujuannya untuk memberikan alternatif solusi dalam mengembangkan pemahaman dan kemampuan di bidang elektrifikasi sebagai bentuk ragam pilihan teknologi ‘Multi-Pathway’, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi Indonesia.

Hasil riset ini nantinya diharapkan dapat juga mendorong pengembangan industri yang berkelanjutan dan kesiapan SDM yang ada.

“SDM Nasional baik akademisi, mahasiswa, generasi muda, dan seluruh masyarakat Indonesia memegang peranan strategis serta menjadi elemen penting di era elektrifikasi. Aktivitas seminar dan pengembangan riset dari berbagai universitas di Indonesia dapat menjadi media advokasi publik untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM secara bertahap sehingga siap berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai pemain global menuju masa depan netralitas karbon,” ujar Corporate Affairs Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam dalam keterangannya kepada Inilah.com.

Baca juga
Inilah Penampakan Replika Mobil Formula E yang Bakal Dipamerkan

Aktivitas seminar dan riset elektrifikasi yang merupakan rangkaian kegiatan peluncuran xEV Center sebagai fasilitas pengenalan dan pembelajaran elektrifikasi di Indonesia. Seminar ini mengangkat tema ‘Aktivitas Riset Universitas sebagai Bagian Upaya dalam Mengembangkan Populasi Kendaraan Elektrifikasi’.

Seminar ini menjadi media advokasi publik untuk mencapai keberhasilan menuju era elektrifikasi dan sangat memerlukan kesiapan pengetahuan serta kemampuan SDM yang didukung ekosistem yang terdiri dari integritas, kebijakan, kegiatan maupun kolaborasi positif dari semua pihak (stakeholders).

Sebagai bagian dari industri otomotif nasional, Toyota Indonesia meyakini bahwa keberhasilan era elektrifikasi di Indonesia dapat mendukung upaya peta jalan pemerintah dalam mencapai target ‘Net Zero Emmission’ di tahun 2060.

Seminar yang melibatkan partisipasi aktif akademisi dan industri otomotif ini bertujuan agar publik memperoleh pemahaman yang sama akan tantangan dan peluang dalam pengembangan elektrifikasi di Indonesia.

Sejumlah universitas akan menyampaikan kegiatan riset yang telah dilakukan sebagai upaya tambahan untuk mengembangkan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Tantangan dan hal-hal apa saja yang perlu disiapkan untuk mendukung keberhasilan perubahan menuju era elektrifikasi juga akan menjadi topik pembahasan.

Baca juga
Presiden Jokowi Lepas Ekspor Mobil Perdana ke Australia

Paparan riset ini akan dijelaskan secara langsung oleh perwakilan Akademisi dari beberapa universitas di Indonesia antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institute Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Pada sesi pertama, para narasumber akan menjelaskan ekosistem apa saja yang dibutuhkan untuk menghadapi era elektrifikasi di Indonesia. Perwakilan dari Lembaga Penyelidik Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) akan memberikan penjelasan tentang proyeksi pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan dukungan regulasi ataupun kebijakan saat ini.

Sementara perwakilan akademisi dari UGM dan UNUD akan memaparkan riset pengembangan ekosistem elektrifikasi serta tantangan yang dihadapi dan dukungan yang dibutuhkan untuk merealisasikan ekosistem elektrifikasi.

Pada sesi kedua, perwakilan akademisi dari ITS, UI, dan ITB akan memberikan penjelasan kegiatan dari masing-masing universitas dalam melakukan aktivitas konversi BEV (Battery Electric Vehicle) yang memiliki kemampuan layak jalan termasuk tantangan yang dihadapi dan beberapa hal yang harus diperhatikan, serta usulan terhadap kemampuan sumber daya manusia secara umum yang perlu disiapkan untuk era elektrifikasi.

Baca juga
Awali 2022, Brio dan BR-V Pimpin Penjualan Honda Indonesia

Sebagai penutup, hasil riset akan dibawakan oleh perwakilan dari UNS yang akan menyampaikan penjelasan kegiatan riset baterai dalam mendukung potensi pengembangan baterai dalam negeri. Diharapkan serangkaian aktivitas seminar dan riset ini, publik memperoleh gambaran secara umum potensi pengembangan pasar elektrifikasi di Indonesia.

“Hasil riset dari universitas baik mengenai ekosistem, BEV conversion, dan pengembangan baterai juga dapat menjadi bahan masukan ataupun pertimbangan bagi peta jalan dalam mewujudkan era elektrifikasi di dalam negeri, serta dapat mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam menyiapkan kemampuan SDM, fasilitas, dan material,” tutup Bob Azam.

Tinggalkan Komentar