Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Perang Rusia-Ukraina Bisa Ancam Keamanan Siber Global

Perang rusia ukraina
(ilustrasi)

Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Treviliana Eka Putri menyebut perang antara Rusia dan Ukraina berisiko mengancam keamanan siber secara global.

“Peretasan yang ditujukan (Rusia) terhadap Ukraina dapat merembet ke negara-negara sekitarnya, bahkan hingga ke seluruh dunia. Hal tersebut didorong oleh keadaan dunia digital yang semakin borderless (tanpa batas),” kata Treviliana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/3/2022).

Meskipun Rusia menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan ‘operasi gelap’ di dunia maya, namun risiko ancaman siber tetap ada. Sejumlah negara seperti AS dan Jepang juga telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Baca juga
Mardani Dorong IPU General Assembly 2021 Berisi Karya dan Gagasan

Melihat situasi tersebut, menurut Treviliana, ada kemungkinan bagi Rusia untuk menargetkan serangannya terhadap negara-negara pemberi sanksi maupun industri sektor privat dari negara tersebut.

Dia mengatakan, risiko ancaman siber merupakan satu hal yang patut diwaspadai, meskipun dampaknya tidak terlalu terlihat sebagaimana serangan militer secara fisik.

Ancaman siber juga dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dan berakibat terhadap terganggunya integrasi sosial yang ada di dalam masyarakat.

Oleh karena itu, potensi ancaman siber tidak dapat dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan Pemerintah Indonesia.

“Hal ini patut menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yang hingga kini masih kerap berhadapan dengan isu keamanan siber, baik dalam hal infrastruktur keamanan siber maupun persebaran disinformasi dan hoaks di dalam ruang digital,” kata Treviliana.

Baca juga
IOC Minta Seluruh Federasi Olahraga Batalkan Kejuaraan di Rusia

Selain ancaman siber berupa peretasan, menurut dia, disinformasi terkait konflik yang terjadi di Ukraina juga banyak terjadi dan tersebar secara masif.

“Ancaman disinformasi ini juga merupakan salah satu hal yang perlu kita waspadai. Dengan banyaknya volume informasi yang kita peroleh melalui media sosial terutama, diperlukan kemampuan cek fakta yang baik untuk mem-filter informasi yang kita terima,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar