Perangi Covid-19, Ini Cara yang Dilakukan Agar Tidak Terjadi Gelombang Ketiga

Perangi Covid-19, Ini Cara yang Dilakukan Agar Tidak Terjadi Gelombang Ketiga  - inilah.com
istimewa

Keadaan Kasus Covid-19 di Indonesia berangsung pulih. Hal ini terlihat dari penambahan kasus aktif yang kini menunjukkan di bawah 1 persen yaitu 0,5 persen. Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 620 dari data perkembangan penanganan pandemi pada 11 Oktober 2021.

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan melihat data yang dikutip dari John Hopkins University CSSE – Center for Systems Science and Engineering pada 12 September 2021, Indonesia dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam menangani kasus Covid-19 karena tercatat berhasil menurunkan kasus sebesar 58 persen dalam waktu dua pekan.

“Dengan melihat data di atas dan juga perkembangan yang kita lihat di tanah air maka sekali kita memang patut bersyukur bahwa jumlah kasus Covid-19 dapat terkendali, walaupun mungkin penanganan pencegahan kematian masih harus perlu ditingkatkan,” kata Mantan Direktur WHO Asia Tenggara kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa, (12/10/2021).

Baca juga  Jejak Perusahaan LBP, Menambang di Indonesia untuk Diekspor ke China

Masih menurut Tjandra Yoga, sangat perlu dilakukan sekarang adalah menjaga agar kasus tetap rendah, jangan naik lagi. Terlebih juga jangan sampai terjadi gelombang ketiga kasus Covid-19 naik di Indonesia. 

Untuk itu ada 5 hal yang harus selalu dilakukan:

1. Meminimalisir penularan dari kasus positif, yaitu dengan menemukan mereka melalui tes dan telusur untuk kemudian ditangani dan diisolasi, dan tentu juga menerapkan 3M.

2. Mencegah moda penularan

“Artinya untuk masyarakat tetap menerapkan 3 M dan untuk pemerintah melakukan pembatasan sosial sesuai perkembangan PPKM yang ada,” tambah Tjandra.

3. Menjaga agar mereka yang belum sakit jangan sampai tertular, yaitu dengan meningkatkan terus vaksinasi dan menerapkan pola hidup bersih sehat.

Baca juga  Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap di Indonesia Capai 94,7 Juta Orang

“Data Kementerian Kesehatan sampai 10 Oktober 2021 menunjukkan total vaksinasi dosis kedua adalah 27,62 persen, artinya masih ada lebih dari 70 persen masyarakat yang belum mendapat vaksinasi memadai. Bahkan untuk Lansia cakupannya baru 21,40 persen, artinya hampir 80 persen Lansia belum dapat vaksinasi yang lengkap,” ujarnya.

4. Terus melakukan surveilans dengan ketat, menilai pola data dari hari ke hari serta mengambil tindakan bila diperlukan.

5. Tetap menjaga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan

Hal ini perlu dilakukan pada tiga aspek, yaitu pelayanan primer, konsep rujukan dan pelayanan di rumah sakit.

“Khusus untuk di rumah sakit maka ada hal-hal yang harus selalu disiagakan, yaitu Sumber Daya Manusia (termasuk roster SDM terampil siap tugas kalau-kalau dibutuhkan), ketersediaan alat dan obat termasuk mekanisme jika ada kekosongan, serta, aspek manajemen lapangan, seperti konversi ruang rawat, manajemen risiko dan lainnya,” pungkasnya.

Baca juga  PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Tiga Pekan, Tak Ada Lagi Level 4

Tinggalkan Komentar