Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Perbedaan Penanganan Epilepsi dan Kejang Demam pada Anak

Rabu, 03 Agu 2022 - 23:00 WIB
Penulis : inilah
Editor : Fadly Zikry
Demam Istockphoto - inilah.com
(Foto: Istockphoto)

Kejang demam pada anak, merupakan kejang yang dipicu oleh demam dan umumnya tidak menimbulkan dampak yang berbahaya. Sedangkan epilepsi merupakan kondisi yang perlu penanganan serius dimana kejang terjadi berulang tanpa dipicu oleh demam.

Dokter Spesialis Neurologi, dr Lilian Triana Limoa M.kes Sp.N(K), mengatakan, kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh dengan suhu rektal diatas 38 derajat celcius. Kondisi ini disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium diluar rongga tengkorak.

“Apabila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, perhatikan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP (infeksi susunan saraf pusat), atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama terjadinya demam,” kata Lilian dalam edukasinya, Rabu (3/8/2022).

“Adapun Epilepsi atau ayan merupakan kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang berulang atau bangkitan serangan berupa kejang, yang menyerang karena kerusakan atau perubahan dalam otak”, tambahnya.

Lilian melanjutkan, terdapat perbedaan kejang demam dan epilepsi. Secara garis besar yaitu pemicunya dan bentuk bangkitan kejangnya. “Dibedakan dari durasi, tipe kejang, usia dan lain sebagainya,” ujar Lilian.

Baca juga
Sarapan Satu Jam Sebelum Beraktivitas Bantu Anak Konsentrasi Belajar

“Perbedaan kejang demam dengan epilepsi yang patut diketahui antara lain, kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun sedangkan Epilepsi cukup bervariasi. Kondisi demam memang sering menjadi pemicu, penyebab kejang demam ekstrakranial dan tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya, sedangkan epilepsi penyebab dari intrakranial dan sering terdapat riwayat bangkitan kejang yang sama sebelumnya,” imbuh Lilian.

Sementara, penyebab kejang demam adalah ektrakranial diluar rongga tengkorak. Adapun epilepsi dipastikan intraktanial. Kejang demam tidak butuh riwayat sebelumnya seperti epilepsi dengan segi durasi serta berulang.

Mencegah Epilepsi dengan Jari Tangan dan Meminum Kopi Adalah Mitos

Mencegah epilepsi dengan menekan jari tangan ada benarnya. “Karena ada beberapa penelitian yang sedang mengembangkan ini,” ungkap Lilian.

Baca juga
Menilik Sebab Anak Mimisan

Namun mencegah epilepsi dengan kopi adalah mitos. Adanya hal berbeda di sisi pengobatan yang terkadang kejang demam cukup diberikan obat penurun panas (yang berdurasi singkat) namun konsumsi obat antiepilepsi pada pasien terdiagnosa harus rutin setiap hari yang bertujuan kestabilan kadar obat pada tubuh pasien serta akan menurunkan frekuensi kambuh.

“Konsultasi secara intensif dan berkelanjutan kepada dokter merupakan cara terbaik agar kejang demam pada anak dapat dihindari pun pada penangan epilepsi yang perlu pengobatan spesifik dalam jangka waktu tertentu sesuai aturan kelompok studi epilepsi. Pahami akan kejang demam tidak selalu berujung atau menjadi epilepsi,” ungkap Lilian.

Operasi Bagian Saraf Otak Jika Konsumsi Obat Tidak Berdampak

Apabila dalam masa penyembuhan seorang pasien yang telah teratur meminum kombinasi beberapa obat anti bangkitan epilepsi, namun episode kejang masih sering terjadi, maka alternatif pembedahan dapat dilakukan.

Baca juga
Persoalan Stunting dan Dampak bagi Masa Depan Anak

“Patut dipahami para orangtua, bahwa Epilepsi adalah kondisi yang lebih berbahaya dan akan sangat menggangu tumbuh kembang anak. Karenanya, epilepsi perlu diobati agar pasien dapat beraktivitas normal kembali, dan kerusakan otak yang lebih parah dapat dihindari,” ungkap Lilian.

Lilian kembali mengingatkan, apabila anak mengalami tanda epilepsi, kejang berulang yang tidak dipicu demam, kejang demam berulang dengan durasi panjang, agar segera melakukan konsultasi ke dokter.

Tinggalkan Komentar