Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Perempuan Indonesia di Shanghai Turun ke Jalan Kenakan Kebaya

Minggu, 11 Sep 2022 - 04:59 WIB
Shanghai Kebaya
(dok. KJRI Shanghai)

Sejumlah perempuan Indonesia di Kota Shanghai, China, turun ke jalan untuk mengampanyekan program ‘Kebaya Goes to UNESCO’.

Para perempuan di bawah koordinasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jenderal RI di Shanghai tersebut berlenggak-lenggok di kawasan kota tua Shanghai Film Park sambil mengenakan pakaian kebaya beraneka model.

“Kebaya merupakan identitas Indonesia yang harus kita lestarikan,” kata Ketua DWP KJRI Shanghai Tia Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/9/2022).

Dengan adanya gerakan ‘Kebaya Goes to UNESCO’, dia berharap kebaya akan menjadi warisan budaya Indonesia untuk dunia.

“Kami semua di sini dan para ibu-ibu DWP KJRI Shanghai sangat bangga memperkenalkan berbagai macam kebaya. Salah satunya kebaya yang saya pakai kali ini adalah jenis kebaya peranakan,” ucap Tia.

Baca juga
Airlangga Sebut Indonesia Harus Belajar dari China Soal Penyediaan Pangan

Ibu-ibu tersebut sengaja memilih kawasan kota tua, karena selain ikonik Shanghai Film Park juga merupakan salah satu objek wisata yang sering dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk film China dari berbagai genre.

Selain mengelilingi jalan di kawasan kota tua, mereka juga melakukan sesi pemotretan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar dan wisatawan.

Program ‘Kebaya Goes to UNESCO’ ini dirayakan secara serentak, baik di Indonesia maupun di luar negeri sepanjang tahun 2022 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang kebaya dan bisa menambahkannya sebagai salah satu warisan budaya tak benda dari Indonesia layaknya batik, angklung, dan pencak silat.

Baca juga
Nasib PPP Pada Pileg 2024: Rumah Tua yang Ditinggalkan Penghuni

Konsul Jenderal RI di Shanghai Deny Kurnia menyambut positif kegiatan kaum perempuan di kota terkaya di China itu.

“Kegiatan ini bagian dari upaya diplomasi multi-track Indonesia di Shanghai yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas Indonesia,” katanya.

“Pagelaran produk-produk budaya Indonesia di Shanghai berjalan seiring dengan promosi produk komersial, yang diharapkan ke depannya mendorong lebih banyak perdagangan, investasi, dan wisata dari Tiongkok ke Indonesia,” lanjut Deny.

Tinggalkan Komentar