Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Perencanaan Amburadul, Infrastruktur yang Dibiayai Utang LN Dijual Rugi

Selasa, 12 Okt 2021 - 19:41 WIB
Penulis : Willi Nafie
Perencanaan Amburadul, Infrastruktur yang Dibiayai Utang LN Dijual Rugi - inilah.com
Foto Ilustrasi

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak prihatin terjadi pembengkakan biaya, proyek infrastruktur menjadi rendah utilitasnya dan tidak sedikit yang terpaksa diobral untuk menutupi kerugian. Ini akibat masih buruknya perencanaan pembangunan infrastruktur. 

“Inefisiensi biaya proyek pada akhirnya mengorbankan APBN yang semestinya digunakan untuk hal-hal yang lebih urgen,” kata Amin kepada Inilah.com, Selasa (12/10/2021).

Ia menyontohkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mengalami pembengkakan biaya (cost overrun). Awalnya, estimasi biaya proyek kereta cepat berkisar US$6,1 miliar, kemudian terjadi lonjakan  sebesar US$4,9 miliar atau setara dengan Rp69 triliun. 

Contoh lainnya adalah proyek tol Cibitung-Cilincing yang biayanya membengkak menjadi Rp 10,80 triliun dan kemudian dijual seharga Rp 2,44 triliun alias diduga rugi Rp8,36 triliun. Ruas tol konsesinya dimiliki PT Waskita Toll Road, anak perusahaan BUMN Waskita Karya.

Baca juga
Jokowi Bebani APBN Anteng, Giliran Formula E Non APBD Anies Diserbu Kritik

Perusahaan yang sama, pada April 2021 lalu juga menjual 30 persen saham ruas tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi akibat didera kerugian. Kondissi serupa juga dialami PT Hutama Karya yang harus melepas kepemilikan pada sejumlah ruas tol.

“Perencanaan yang buruk menyebabkan lonjakan biaya proyek. Dampak terjadi keterlambatan proyek dan pembengkakan biaya pendukung lainnya akibat munculnya kebutuhan tidak terprediksi,” tandasnya.

Lagi-lagi APBN harus menutupi kegagalan perencanaan pembangunan. Padahal selama hampir dua tahun terakhir, APBN harus megap-megap untuk mengatasi pandemi Covid-19 ditengah defisit yang kian parah dan melonjaknya utang luar negeri.

Baca juga
Buka APBN untuk Biayai Proyek Kereta Api Cepat, Janji Jokowi tak Seindah Aslinya

“Rakyat menjadi pihak yang dirugikan karena pemangkasan anggaran dan pencabutan berbagai subsidi,” ucapnya.

Sedangkan keuangan BUMN yang seharusnya menjadi tumpuan pemulihan ekonomi nasional, malah harus berdarah-darah. Tidak sedikit yang kepemilikan sahamnya dilepas oleh pemerintah, seperti BUMN karya karena ruas jalan tolnya terpaksa dijual.

Tinggalkan Komentar