Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Peringatan 100 Tahun Perhimpunan Indonesia Digelar di Leiden, Dihadiri Meutia Hatta

Selasa, 27 Sep 2022 - 21:55 WIB
Whatsapp Image 2022 09 27 At 6.18.33 Pm - inilah.com
Sarasehan untuk memperingati 100 tahun Perhimpunan Indonesia diadakan di Universitas Leiden, Belanda, Sabtu (24/9/2022). (Foto: Antara/KBRI Den Haag)

Peringatan 100 tahun Perhimpunan Indonesia, salah satu motor kemerdekaan Indonesia yang pernah dipimpin proklamator Mohammad Hatta sewaktu bersekolah di Belanda, digelar di Universitas Leiden, Negeri Kincir Angin. Putri Bung Hatta, Meutia Hatta dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar turut hadir dalam peringatan tersebut.

Sarasehan dilaksanakan secara luring dan daring pada 24 September 2022 untuk menjangkau publik di tanah air dan jaringan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh dunia. Peringatan yang diwarnai dengan gelaran sarasehan dimaksudkan untuk memantik kampanye kesadaran publik tentang lini masa monumental perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“PPI perlu menuangkan visi untuk meneruskan sejarah. PPI harus menggunakan seluruh potensi yang ada untuk menulis sejarahnya sendiri. PPI memiliki tugas penting untuk menjadi penerus dari Perhimpunan Indonesia dan perjuangannya di masa kolonial, terutama menjaga semangat nasionalisme,” kata Meutia Hatta, dalam sarasehan tersebut seperti dikutip dalam keterangan tertulis KBRI Den Haag, Selasa (27/9/2022).

Baca juga
Indonesia Emas 2045, Milenial Wajib Melek Investasi dan Pertanian

Meutia menilai PPI perlu mengombinasikan aktivitas sosial dengan refleksi sejarah untuk menjaga dan meneruskan semangat perjuangan Perhimpunan Indonesia yang berdiri di Belanda sejak 1908. Gelaran sarasehan juga diisi dengan rangkaian diskusi terkait konteks peran dan kontribusi pelajar dan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan.

“Peran PPI dan diaspora adalah untuk mendorong upaya-upaya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, di antaranya dengan menjaga perekonomian dan pembangunan berkelanjutan, mendorong prinsip-prinsip ESG (environment, social, governance), dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia sehingga semakin produktif, inovatif, dan kreatif,” tutur Mahendra.

Sarasehan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan ahli sejarah seperti peneliti senior KITLV Dr Harry A Poeze serta sejarawan Bonnie Triyana. Acara peringatan seabad Perhimpunan Indonesia terselenggara atas kerja sama KBRI Den Haag, PPI Belanda, PPI Kota Leiden, KITLV, dan Ikatan Alumni Nederland (IKANED).

Baca juga
Momen Sumpah Pemuda, Pj Gubernur DKI Serukan Persatuan Demi Atasi Berbagai Tantangan

Melalui refleksi sejarah itu, Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas mengajak seluruh pemangku kepentingan, yang meliputi PPI, alumni, diaspora, dan masyarakat luas, untuk menggunakan kesempatan itu guna memperbarui komitmen dan memperkuat rasa kebangsaan. Dan yang tak kalah penting menyatukan visi dan langkah untuk bersama-sama berupaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

 

Tinggalkan Komentar