Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Peringatan Hari Disabilitas Internasional Diwarnai Kericuhan

Sabtu, 30 Okt 2021 - 16:57 WIB
Penulis : Willi Nafie
Peringatan Hari Disabilitas Internasional Diwarnai Kericuhan - inilah.com
foto beritajatim.com

Peringatan Hari Disabilitas Internasional, diwarnai dengan kericuhan di Jl. Kaca Piring 11, Surabaya, Jawa Timur Sabtu (30/10/2021) siang.

Kericuhan itu berawal dari Forum Komunikasi Difabel Indonesia (Forkodi) Kota Surabaya menyelenggarakan bagi – bagi sembako bagi kaum disabilitas di tempat kejadian perkara. 

Sekelompok perkumpulan difabel datang ke lokasi menanyakan alasan nama mereka tercantum di proposal permintaan bantuan tetapi tidak diundang ke dalam acara tersebut.

Merasa dituding pihak panitia lantas mengacungkan jari dan menunjuk- nunjuk kelompok yang merasa namanya dicatut, karena saling tidak terima terjadi lah pertengkaran, bahkan salah satu difabel  terjatuh karena tanpa sengaja didorong.

Baca juga
Demo Tolak Tambang di Parigi Moutong Tewaskan 1 Warga

“Enggak usah tunjuk- tunjuk sampean, Kami ini Disabilitas bukan pengemis, jangan dijadikan alat. Teman – teman wartawan catat, Disabilitas bukan Pengemis,” ujar satu massa yang menggeruduk lokasi pembagian sembako.

Sementara itu, Abdus Sakur salah satu anggota Perkumpulan Difabel Surabaya menduga nama anggotanya dijual oleh panitia, untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 

Bahkan, beberapa anggota Perkumpulan Difabel Surabaya ada yang telah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima bantuan. Pihaknya juga keberatan ketika nomor rekening yang tercantum dalam proposal merupakan nama pribadi dan bukan nama instansi.

“Data fiktif semua disini itu, nama 85 orang disini itu dicatut tanpa konfirmasi terlebih dahulu untuk menerima bantuan, selain itu nomor rekening yang tercantum kenapa nomor rekening EO. Nama pribadi lo itu harusnya kan nomor rekening organisasi,” ucap dia

Baca juga
Polisi Pulangkan 89 Pengunjuk Rasa Ricuh di Kemendagri

Sementara itu, Samsul Muarif ketua Forkodi Surabaya menyangkal tuduhan tersebut. Dirinya mengaku telah melakukan pendataan dengan membentuk tim di lapangan.

“Saya juga enggak tau kok sampai mereka mengatakan data itu fiktif, karena ada orang yang melakukan pendataan jadi ya tidak ada data fiktif itu. Memang kemarin itu saudara kita itu ada yang meninggal. Memang itu kesalahan saya, data itu gak dihapus, hanya itu saja,” ucapnya.

Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolsek Genteng Kompol Wisnu beserta Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Wimboko memediasi kedua belah pihak yang berselisih. Kedua pihak sepakat menghapus data yang sudah ada.  

Tinggalkan Komentar

×