Jumat, 30 September 2022
04 Rabi'ul Awwal 1444

Peringati HAN 2022, Ini Cara Jitu Lindungi Anak dari Masalah Kesehatan

Senin, 25 Jul 2022 - 09:26 WIB
HAN 2022
Tangkapan Layar dari Setkab

Masih dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022, anak-anak adalah kelompok rentan tertular berbagai penyakit. Karena itu, ada beragam cara jitu untuk melindungi anak di tengah masalah kesehatan yang kerap menghampiri.

Salah satu penyakit yang sering diderita anak ialah disentri dengan jumlah pasien pada anak seluruh dunia mencapai 60 persen.

Penyakit hepatitis juga menyerang anak. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI per 17 Mei 2022, terdapat 14 anak yang diduga mengidap hepatitis akut, mulai dari anak di bawah usia 5 tahun hingga 16 tahun.

“Flu pun kerap kali menyerang anak-anak, tetapi saat ini sulit dipastikan jumlah pasiennya, karena masih pandemi COVID-19. Peningkatan grafik COVID-19 pada anak juga berbanding lurus dengan masalah kesehatan gizi di Indonesia,” ujar dr. Lucy Amelia, Sp.A, M.Kes., dalam perayaan HAN oleh Kalbe, ditulis di Jakarta, Senin, (25/7/2022).

Baca juga
Terapi Sinar Laser Hilangkan Tatto dan Jerawat

Beragam penyakit tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya tumbuh kembang anak, yang berisiko stunting. Padahal, tumbuh kembang anak perlu dijaga dengan baik, karena anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

“Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, kreatif, dan berprestasi, ibu harus memperhatikan kesehatan fisik, motorik, dan kognitif anaknya. Ketiga hal tersebut dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi anak di setiap harinya,” papar dr. Lucy.

Pemenuhan asupan nutrisi dapat membantu mencegah terjadinya penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kesehatan anak melalui medical check up, yang juga memberikan informasi tentang status gizi anak.
Selain itu, orang tua bisa mendeteksi sedini mungkin jika ada penyimpangan kesehatan anak, sehingga dapat segera melakukan penanganan sesuai kebutuhan.

Baca juga
Empat Tips dari WHO Agar Anak Tetap Aman Saat PTM

“Jika anak tidak melakukan medical check up sejak dini dan rutin, maka orang tua tidak tahu penyakit bawaan yang bisa saja diderita oleh anak, atau penyakit baru dari virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh anak,” jelas dr. Lucy.

Salah satu bentuk kecil yang dapat mulai dilakukan orang tua ialah memperhatikan kesehatan pencernaan anak. Peran probiotik dapat membantu mendukung kebutuhan kesehatan pencernaan anak.

“Probiotik memiliki peranan dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan menjaga keseimbangan microbiota di saluran cerna, sehingga kesehatan pencernaan anak terjaga dengan baik, yang akan berdampak pada imunitas dan tumbuh kembang anak,” ungkap Brand Manager Kalbe, Apt. Brigita Puspita, S.Farm.

Tinggalkan Komentar