Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Peringati HGN 2022, Wamenag Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Jumat, 25 Nov 2022 - 15:01 WIB
Penulis : Anton Hartono
wamenag inilah.com
Wamenag RI Zainut Tauhid Sa'adi saat upacara HGN 2022 di Kantor Kemenag, Jumat (25/11/2022) (foto: Dokumentasi Kemenag RI)

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa’adi menjanjikan kepada para guru agar terus mendapat kesejahteraan. Hal tersebut diucapkan saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di di halaman Kantor Kemenag RI, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendis, Kemenag RI, dirinya berkomitmen memperhatikan guru madrasah, baik dari sisi peningkatan kompetensinya hingga persoalan kesejahteraanya.

Terlebih lagi, dedikasi guru tiada batas, bahkan ketika pandemi COVID-19 melanda, guru dituntut tetap melaksanakan tugas. Amanat di pundak untuk terus ‘Berinovasi Mendidik Generasi’ sesuai dengan tema HGN tahun ini.

“Kementerian agama memperjuangkan adanya skema baru, seperti penambahan kuota pendidikan profesi guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan),” katanya.

Hal itu diakuinyanya dengan adanya penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG pada tahun 2022 ini dan jumlahnya akan terus bertambah pada tahun depan. Upaya peningkatan itu dilakukan juga dengan memberi beasiswa pendidikan, serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi para guru.

Baca juga
Kemenag Ganti Label Halal, Logo MUI Tak Berlaku

Terlebih lagi, lanjutnya, Kemenag telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetisi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR).

“Target totalnya menjangkau lebih 300 ribu guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia. Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan P3K penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya. Tentunya pemenuhan tersebut harus juga dibarengi dengan aspek kualitas guru,” harapnya.

Setelah dua tahun pandemi COVID-19, saat ini memasuki masa learning recovery, pemulihan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, Kemenag mendorong dan mengondisikan para guru untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi.

“Paradigma belajar dan mengajar perlu respon dengan kekinian. Ada proses transformasi digital, ada big data (maha data) artficial intelegence (kecerdasan buatan), metaverse, metahuman, robotic, dan lainya yang hadir di ruang-ruang kelas siswa generasi Z dan Alpha,” jelasnya.

Baca juga
Menag Wajibkan Kosmetik Miliki Sertifikasi Halal

Terakhir, ia berpesan agar para guru terus perkuat moderasi beragama dan sukseskan tahun toleransi. Jadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran dan anti kekerasan.

“Jauhi politisasi agama, hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta,” pungkasnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani meminta kepada guru madrasah untuk senantiasa beradaptasi terhadap perkembangan digital. Menurutnya, bahwa penguasaan teknologi merupakan solusi dan keniscayaan dalam mengoptimalkan pembelajaran di madrasah.

Menurut pria yang biasa disapa Dhani, bahwa pendidikan pada dasarnya adalah proses untuk merubah suatu komunitas menuju masyarakat yang lebih baik. Salah satu upaya yang perlu terus dilakukan adalah dengan mengadaptasi model-model pendidikan agar senantiasa relevan dengan dinamika zaman, dengan tetap memiliki pijakan yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan.

Baca juga
Bertemu Menteri Haji Arab Saudi, Menag Yaqut Sampaikan Jemaah RI Rindu Umrah

“Para guru sejatinya senantiasa meningkatkan kompetensi yang selaras dengan dinamika zaman; pengetahuan dan keterampilannya harus ter-update dan dipertajam selaras dengan perkembangan teknologi kontemporer, khususnya penguasaan teknologi yang berkenaan dengan teknologi pembelajaran,” ungkap Dhani.

Di samping pengokohan kompetensi, perlu penguatan aspek keteladanan. Sebab guru memiliki tanggung jawab dalam merancang bangun attitude dan moral spirtual bagi anak didiknya. “Perlu diingat, bahwa bagi siswa madrasah, kata-kata guru adalah ilmu, prilaku guru adalah teladan,” tegasnya yang juga Guru Besar UIN Bandung.

Tinggalkan Komentar