Minggu, 02 April 2023
11 Ramadhan 1444

Perjalanan di Korsel dan Jepang Kacau Akibat Salju Tebal

Kamis, 26 Jan 2023 - 14:26 WIB
Perjalanan Korsel
Ribuan pelancong memenuhi bandara kecil di Pulau Jeju, Korea Selatan, Rabu (25/1), berebut untuk mendapatkan penerbangan menyusul penundaan akibat badai salju saat cuaca musim dingin mencengkeram Asia Timur untuk hari kedua berturut-turut. (foto: Yonhap)

Bandara kecil di Pulau Jeju, Korea Selatan, pada Rabu (25/1/2023), tampak disesaki ribuan wisatawan yang berebut untuk mendapatkan penerbangan menyusul penundaan akibat badai salju saat cuaca musim dingin mencengkeram Asia Timur untuk hari kedua berturut-turut.

Mengutip Associated Press, para pejabat di Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel belum melaporkan kerusakan besar atau korban akibat suhu di bawah titik beku dan kondisi dingin yang telah mempengaruhi sebagian besar negara itu sejak Selasa (24/1/2023).

Namun, setidaknya delapan jalan dan 10 jalur laut masih ditutup hingga Rabu sore. Sekitar 140 rumah di Ibu Kota Seoul dan daerah sekitarnya melaporkan pipa saluran air mereka rusak akibat tekanan dingin karena suhu turun menjadi sekitar minus 15 hingga minus 20 derajat Celsius di seluruh daratan.

Baca juga
Hadapi Badai Dahsyat dan Cuaca Ekstrem, Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Sementara itu di Jepang, setidaknya satu orang tewas dan dua kematian lainnya sedang diselidiki sehubungan dengan cuaca dingin, kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno kepada wartawan.

Ribuan orang yang menggunakan layanan kereta api di Kyoto dan prefektur Shiga di Jepang barat terpaksa bermalam di gerbong atau stasiun, sementara banyak kendaraan di jalan-jalan utama di berbagai penjuru negara itu terjebak salju dan ratusan penerbangan dibatalkan, kata Kyodo News.

Lalu lintas udara kembali normal setelah sebelumnya ratusan penerbangan masuk dan keluar dari Jeju dihentikan pada Selasa karena angin kencang dan salju, menelantarkan sekitar 40.000 pelancong yang mengunjungi pulau resor itu untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Sekitar 540 penerbangan, termasuk hampir 70 yang ditambahkan sementara oleh otoritas transportasi sebagai upaya tanggap darurat, dijadwalkan masuk dan keluar Jeju pada hari Rabu, sebagian besar untuk membawa penumpang kembali ke kota-kota daratan.

Baca juga
Gelombang Dingin Hantam Afghanistan Tewaskan 70 Orang

Korporasi Bandara Korsel mengatakan jam operasional di bandara Gimpo dekat Seoul diperpanjang hingga pukul 01.00 untuk mengakomodasi peningkatan penerbangan, yang diperkirakan akan membawa kembali 70 hingga 80 persen penumpang yang terjebak di Jeju.

Pulau itu diguyur lebih dari 19 centimeter salju sejak Selasa pagi, sementara kota-kota di daratan selatan Korsel seperti Gwangju dan Gangjin melaporkan sekitar 10 hingga 12 centimeter salju. Lebih dari 70 centimeter salju turun di pulau kecil Ulleung, di wilayah timur negara itu.

Peringatan cuaca dingin juga dikeluarkan di Korea Utara, di mana pihak berwenang dilaporkan menyerukan ‘tindakan menyeluruh’ untuk mencegah suhu beku menyebabkan kerugian ekonomi. Suhu di ibu kota Pyongyang diperkirakan turun hingga minus 19 derajat Celsius pada Rabu pagi, kata kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip siaran radio milik negara Korea Utara.

Baca juga
Semenanjung Korea Makin Tegang: Korut Kirim 180 Pesawat Tempur, Korsel Kerahkan 80 Jet

Media pemerintah Korea Utara belum melaporkan kerusakan besar atau cedera yang disebabkan oleh cuaca tersebut.

Tinggalkan Komentar