Perjuangkan Ekspor Indonesia Bisa Melejit, Mendag Lutfi Kebut 23 Perjanjian Dagang

Perjuangkan Ekspor Indonesia Bisa Melejit, Mendag Lutfi Kebut 23 Perjanjian Dagang - inilah.com

Agar produk Indonesia bisa semakin dikenal konsumen luar negeri, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi punya banyak jurus. Saat ini, dia tengah memperjuangkan 23 perjanjian perdagangan internasional.

Mendag Lutfi memastikan, perdagangan dan investasi internasional harus berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini penting untuk menjamin pulihnya perekonomian nasional.

“Indonesia akan terus merundingkan perjanjian perdagangan dengan pemikiran yang sama, baik negara besar dan kecil, sebagai upaya untuk posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global. Saat ini, Kemendag dalam proses negosiasi 23 kesepakatan perdagangan bilateral dan regional,” terang Mendag Lutfi.

Selain itu, dia menjelaskan, Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia. Hal itu disampaikan Mendag Lutfi dalam acara “Trade, Tourism, and Investment Forum Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership” yang menjadi bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition.

Baca juga  Sambut HUT ke-17, Sekjen DPD RI Gelar Donor Darah

“Diharapkan forum ini dapat menghasilkan diskusi tentang tantangan, peluang, dan ide di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi global. Diharapkan juga, forum ini dapat memberikan perkembangan kebijakan, informasi, dan strategi terkini ketiga sektor tersebut,” kata Mendag Lutfi, Senin (25/10/2021).

Dikatakan, koherensi kebijakan antara perdagangan, investasi, dan kawasan industri akan secara signifikan menguntungkan dunia, termasuk pemulihan dan pembangunan ekonomi di Tanah Air.

“Perdagangan dan investasi yang tertanam dalam rantai nilai global dan regional adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan industrialisasi, pertumbuhan, dan menciptakan kondisi yang berkelanjutan, terutama pascapandemi Covid-19,” ucapnya.

Sementara, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi yang paling besar dalam pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi dan investasi. “Kalau dilihat dari perkembangan hasil survei, konsumsi sudah stagnan sehingga tinggal investasi yang akan didorong,” kata Bahlil.

Baca juga  Mendag Lutfi Bawa Kabar Baik dari IE-CEPA, Eksportir dan Industri RI Untung

Tinggalkan Komentar