Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Perkembangan Pasar Keuangan Terkini yang Perlu Dicermati Investor

Utang Luar Negeri - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui berbagai perkembangan terkini data keuangan. Hal itu sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (27/1/2022) berikut perkembangan dimaksud:

DJIA -129.6 -0.38% 34168

NASDAQ +2.82 +0.02% 13542

GOLD -29.9 -1.62% 1818.20 (IDR815,520)

OIL +1.54 +1.81% 86.71

COAL (Feb’22/Newcastle) +10.60 +4.73% 234.60

NICKEL +49.50 +2.20% 22830.50

TIN -1185 -2 78% 41370

CPO (Feb’22) +54 +0.99% 5508

EIDO -0.27 -1.17% 22.82

TLK 30 (4305) vs 4390 (TLKM)

US 10yr +0.090 +5.01% 1.875%

US 2yr +0.1330 +12.98% 1.1603%

INDO 10yr +0.086 +1 35% 6.497%

VIX +0.8o +2.57% 31.96

Data per 26 Januari 2022 kecuali dinyatakan sebaliknya

Berita-berita dalam Negeri

  1. Kementerian Keuangan mengalokasikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp29,53 triliun untuk membiayai 880 proyek infrastruktur. Di mana, ke-880 proyek infrastruktur ini tersebar di 11 kementerian/lembaga (K/L) di 34 provinsi pada 2022.
  2. Seiring Bank Indonesia (BI) yang sudah mulai menyerap kelebihan likuiditas dari sistem keuangan, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan capital otuflow alias arus modal asing yang keluar dari Tanah Air tak akan signifikan. Hal ini terkait momentum selama bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) melakukan pengetatan atau tapering, terutama karena transaksi berjalan yang kuat. Dengan demikian, Indonesia Mission Chief Asia and Pacific Department IMF Cheng Hoon Lim mengharapkan adanya penyesuaian kebijakan moneter yang teratur untuk Bank Indonesia (BI).
  3. Bank Indonesia mengajak pihak perbankan untuk memacu pembiayaan kepada masyarakat. Pasalnya, BI meyakini perekonomian Indonesia akan lebih menggeliat pada 2022. Hal itu tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia bersamaan dengan penerbitan Laporan Tahunan Bank Indonesia, serta Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2021. Laporan tersebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.
  4. Munculnya varian Covid-19 yang lebih agresif ditengarai dapat memberi tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan menyebabkan pembatasan mobilitas baru. Dana Moneter Internasional (IMF) pun menurunkan proyeksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,6 persen, dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada Oktober 2021 yakni 5,9 persen. “Keseimbangan risiko terhadap prospek membaik, tetapi tetap miring ke bawah,” kata Asistant Director Western Hemisphere Department of the IMF Cheng Hoon Lim dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (26/1/2022). 
Baca juga
Deretan Data Keuangan yang Perlu Dicermati Investor

Berita-berita Global

  1. Setelah bank sentral AS Federal Reserve merilis pernyataannya pada akhir pertemuan kebijakan dua hari, saham-saham di Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis (27/1/2022) pagi WIB. Indeks S&P 500 bahkan menukik tajam membalikkan kenaikan kuat. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 129,64 poin atau 0,38 persen, menjadi menetap di 34.168,09 poin. Indeks S&P 500 jatuh 6,52 poin atau 0,15 persen, menjadi berakhir di 4.532,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 2,82 poin atau 0,02 persen, menjadi 13.542,12 poin.
  2. Ketatnya pasokan serta meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina membuat harga minyak mentah kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis (27/1/2022) pagi WIB. Angkanya menembus US$90 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014 alias tertinggi dalam tujuh tahun.
  3. Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk mengakhiri pembiayaan anggaran pemerintah atau APBN di akhir tahun ini. Hal ini sejalan dengan komitmen BI dan pemerintah yang melakukan burden sharing melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) III untuk pelaksanaan pembiayaan defisit APBN 2021 hingga 2022. BI juga diminta untuk membatasi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar primer pada tahun ini.
Baca juga
Lagi, BI Kempit Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Opini Pasar

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang memperkirakan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (27/1/2022) cenderung melemah dalam kisaran support 6.551 dan resistance 6.646. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal melaju dalam kisaran 14.300-14.430 per dolar AS.

Data Ekonomi yang akan Rilis

27 Jan : Core Durable Goods Orders (MoM) (Dec) 🇺🇸

27 Jan : GDP (QoQ) (Q4) 🇺🇸

27 Jan : Initial Jobless Claims 🇺🇸

28 Jan : Core PCE Price Index (MoM) (Dec) 🇺🇸

28 Jan : Manufacturing PMI (Jan) 🇨🇳

Tinggalkan Komentar