Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Perkembangan Pasar Keuangan ‘Wajib’ Dicermati Investor

Perkembangan Pasar Keuangan 'Wajib' Dicermati Investor- inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui berbagai perkembangan terkini data keuangan. Hal itu sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (4/2/2022) berikut perkembangan dimaksud:

DJIA -518.1 -1.45% 3511

NASDAQ -538.7 -3.74% 13879

GOLD -1.4 -0.08% 1805.9 (IDR811,385)

OIL +2.09 +2.38% 90

COAL (Mar’22/Newcastle) +1.9 +0.98% 196

NICKEL +533.50 +2.33% 23399.5

TIN +287 +0.67% 43050

CPO (Mar’22) -81 -1.41% 5666

EIDO Unch 23.15

TLK 29.27 (4208) vs 4200 (TLKM)

US 10yr +0.07 +3.96% 1.836%

US 2yr +0.046 +3.98% 1.202

INDO 10yr +0.089 +1.38% 6.532%

VIX +2.26 +10.23% 24 35

IDR (Spot) 14,377.5

Data per 3 Februari 2022 kecuali dinyatakan sebaliknya

Berita-berita dalam Negeri

  1. Laba BRI melesat 75,53 persen di tahun 2021 menjadi Rp32,22 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup tahun 2021 dengan mencetak laba Rp32,22 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 75,53 persen jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya senilai Rp18,65 triliun.
  2. Menteri PPN: Pembangunan Istana Negara di IKN baru bukan di titik nol. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas menegaskan pembangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara bukan berada di titik nol.
  3. Pemerintah berupaya minyak goreng tak tergantung harga CPO dunia. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan pemerintah tengah mengupayakan agar harga minyak goreng dalam negeri tidak lagi bergantung pada harga Crude Palm Oil (CPO) internasional.
  4. Pemerintah putuskan perpanjang insentif pajak hingga Juni 2022. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif pajak bagi wajib pajak terdampak pandemi COVID-19 sampai dengan akhir semester satu tahun ini.
Baca juga
Sektor Migas Jadi Andalan Indonesia Penuhi Kebutuhan Energi Masa Depan

Berita-berita Global

  1. Wall Street menghentikan kenaikan beruntun empat sesi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan ketiga indeks utama berakhir lebih rendah setelah perkiraan suram pemilik Facebook Meta Platform mengirim sahamnya anjlok dan menghentikan pemulihan yang baru dibangun di atas laba optimistis dari teknologi besar lainnya. Indeks Dow Jones Industrial Average terpuruk 518,17 poin atau 1,45 persen, menjadi menetap di 35.111,16 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 111,94 poin atau 2,44 persen, menjadi berakhir di 4.477,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 538,73 poin atau 3,74 persen, menjadi ditutup di 13.878,82 poin.
  2. Harga minyak menguat di perdagangan Asia pada Jumat pagi, memperpanjang kenaikan tajam di sesi sebelumnya yang dipicu oleh kekhawatiran pasokan yang terus-menerus dan ketika cuaca dingin mengalir di seluruh Amerika Serikat, mengancam untuk lebih lanjut mengganggu pasokan minyak yang rapuh. Minyak mentah berjangka Brent bertambah 16 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 91,27 dolar AS per barel pada pukul 01.02 GMT, setelah naik 1,64 dolar AS pada Kamis (3/2/2022). Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 28 sen atau 0,3 persen, menjadi diperdagangkan di 90,55 per barel, setelah menguat 2,01 dolar AS pada hari sebelumnya menjadi menetap di atas 90 dolar AS untuk pertama kali sejak 6 Oktober 2014.
  3. Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Kamis (3/2/2022) bahwa “terlalu dini” untuk mengatakan jika dunia menghadapi periode inflasi berkelanjutan, tetapi memperingatkan bahwa kegagalan untuk membuat ekonomi lebih tahan terhadap guncangan di masa depan dapat menyebabkan masalah-masalah besar. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada wartawan bahwa pembuat kebijakan global perlu secara hati-hati mengkalibrasi kebijakan fiskal dan moneter mereka pada tahun 2022 untuk memastikan bahwa penarikan dana dukungan COVID-19 secara luas dan kenaikan suku bunga tidak merusak pemulihan.
Baca juga
Bau tak Sedap Investasi Saham GOTO, DPR Panggil Direksi Telkom

Opini Pasar

Secara teknikal, menurut Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pola bullish di mana black candle dengan volume yang rendah sementara tren naik harga berpeluang berlanjut jika mampu bertahan di atas 6.662. Support IHSG berada di 6.662 dan resistance 6.780.

Tinggalkan Komentar