Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Perkembangan Pasar Keuangan yang Dicermati Investor

Perkembangan Pasar Keuangan yang Dicermati Investor - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Para pelaku pasar dan investor di pasar keuangan perlu mengetahui berbagai perkembangan terkini data keuangan. Hal itu sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi dan bisnis.

Perkembagan dimaksud berasal dari bursa saham, nilai tukar mata uang, harga berbagai komoditas, berita-berita dalam dan luar negeri. Semua itu tentu dapat memengaruhi positif-negatifnya sentimen pasar.

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (11/2/2022) berikut perkembangan dimaksud:

DJIA -526.47 -1.47% 35241

NASDAQ -304.7 -2.10% 14186

GOLD -6.3 -0.34% 1827.90 (IDR819,240)

OIL -0.02 -0.02% 90.01

COAL (Mar’22/Newcastle) -5.25 -2.39% 214.75

NICKEL +125 +0.53% 23881.50

TIN +180 +0.42% 43110

CPO (Mar’22) -53 -0.93% 5651

EIDO -0.10 -0.42% 23.83

TLK 30.29 (4345) vs 4460 (TLKM)

US 10yr +0.116 +6.02% 2.043%

US 2yr +0.261 +19.36% 1.609

INDO 10yr +0.083 +1.28% 6.581%

VIX +3.85 +19.79% 23.91

IDR (Spot) 14,342

Data per 10 Februari 2022 kecuali dinyatakan sebaliknya

Berita-berita dalam Negeri

  1. Lembaga pemeringkat Moody’s kembali mempertahankan peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia pada peringkat Baa2 atau layak investasi (investment grade) dengan outook stabil pada Kamis (10/2/2022). “Keputusan ini sejalan dengan hasil asesmen bahwa ketahanan ekonomi indonesia dan efektivitas kebijakan moneter serta ekonom makro yang tetap terjaga di tengah risiko global,” tulis Analis Senior Moody’s Anushka Shah dalam keterangannya, Kamis (10/2/2022).
  2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan program vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sudah dilaksanakan kepada 3,5 persen atau sekitar 6,3 juta akseptor dari 181,5 juta sasaran dewasa. “Pemerintah terus mendorong vaksinasi booster, tentunya vaksinasi booster ini diperlukan untuk menghadapi varian Omicron,” katanya di Jakarta, Kamis (10/2/2022). Sementara dari target 208,3 juta sasaran, capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 90,1 persen atau 187,6 juta sedangkan vaksinasi kedua mencapai 64,1 persen atau 133,5 juta.
  3. Bank Indonesia (BI) telah menambah likuiditas alias melakukan quantitative easing di perbankan sebesar Rp10,34 triliun sejak 1 Januari hingga 8 Februari 2022, sehingga kondisi likuiditas di perbankan tetap longgar. Selain itu bank sentral juga melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 sebesar Rp3,56 triliun melalui mekanisme lelang utama sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI yang berlaku hingga 31 Desember 2022. “Kondisi likuiditas yang tetap longgar sejalan dengan dampak sinergi kebijakan BI dengan pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Februari 2022 di Jakarta, Kamis (10/2/2022). 
Baca juga
Panduan Trading Empat Saham saat IHSG Tembus ‘All Time High’

Berita-berita Global

  1. Fed kian “hawkish” dan inflasi angkat peluang kenaikan suku bunga. Suku bunga berjangka dana federal pada Kamis (10/2/2022) telah meningkatkan kemungkinan pengetatan setengah persentase poin oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan depan, setelah komentar hawkishdari Presiden Fed St. Louis, James Bullard dan menyusul data harga konsumen AS yang lebih panas dari perkiraan untuk Januari. Dalam perdagangan sore hari, suku bunga berjangka menunjukkan peluang 62 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Maret menyusul pernyataan Bullard, dari peluang 30 persen pada Rabu (9/2/2022). Untuk tahun ini, suku bunga berjangka memperkirakan 164 basis poin pengetatan kebijakan.
  2. Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data harga konsumen AS datang lebih panas dari yang diperkirakan. Begitu juga dengan komentar berikutnya dari pejabat Federal Reserve menimbulkan kekhawatiran bank sentral AS akan menaikkan suku secara agresif untuk melawan inflasi. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,47 persen atau 526,47 poin, menjadi menetap di 35.241,59 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 1,81 persen atau 83,10 poin, menjadi berakhir di 4.504,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 2,1 persen atau 304,73 poin menjadi tutup pada 14.185,64 poin. Ukuran lain seperti alat CME FedWatch menunjukkan 95 persen kemungkinan kenaikan 50 basis poin pada Maret.
  3. Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif dan tidak terduga selama kenaikan permintaan energi yang lebih curam, serta penurunan mingguan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun tipis 14 sen atau 0,2 persen, menjadi menetap di 91,41 dolar AS per barel, setelah naik lebih dari 1,0 persen di awal perdagangan. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 22 sen atau 0,3 persen, menjadi tutup di 89,88 dolar AS per barel, setelah naik lebih dari dua dolar AS di awal sesi.
Baca juga
Jokowi Larang Ekspor Batubara, China tak Berani Protes

Opini Pasar

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pola Bearish di mana Black candle dengan volume yang meningkat dan menunjukkan kondisi yang jenuh beli atau overbought dalam W%R-nya. Secara teknikal, resistance berada di 6.905 dan support berada di angka 6.780.

Tinggalkan Komentar