Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Perkenalkan Budaya Gorontalo, IFW 2023 Sasar Semua Kalangan

Jumat, 20 Jan 2023 - 23:06 WIB
ifw popy nilah.com
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, Poppy Dharsono saat acara Indonesia Fashion Week 2023, Jumat (20/1/2023) (foto Reyhaanah)

Rangkaian acara Indonesia Fashion Week 2023 telah dimulai dan mengangkat tema Sagara Dari Timur dari Gorontalo, Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono menyatakan bahwa ini bentuk nyata memajukan produk unggulan di Indonesia.

“Karena Gorontalo yang meminta kita untuk mempromosikan produknya, mem-branding produknya dan juga meningkatkan kualitas tekstil, kualitas warna dan lain-lain. Sehingga, menjadi produk yang juga bisa diunggulkan selain batik dan lain-lain di Indonesia,” kata Poppy saat ditemui di Sarinah, Jumat (20/1/2023).

Lebih lanjut, Poppy menjelaskan bahwa dengan memilih kain sulam Karawo dari Gorontalo tersebut ingin memasarkan produk tersebut di setiap kalangan. Mulai dari milenial, gen z sampai baby boomers. Sehingga, semua kalangan dapat merasa terpresentasikan.

Baca juga
Brand Aleza Hadirkan The Collaborators Series Sesuai Warna Karakter

“Temanya sekarang ini kan milenial dan zillenial sudah tumbuh, jadi kita harus mampu memilih pasar untuk gen z, milenial dan baby boomers kita ini kan masih eksis, jadi kalau dilihat dari ketiga ini semua akan ada,” ujarnya.

Selain itu, menurut Poppy Indonesia harus bisa menciptakan trend fashion-nya sendiri. Adapun trend fashion-nya itu selain mengacu pada produk unggulan dalam negeri seperti dari Gorontalo, Lombok, maupun Garut tentu juga mengacu kepada trend fashion luar negeri.

“Karena di pasar kita sendiri trend yang mampu memberikan peluang kepada produk unggulan di daerah untuk bisa ditransformasikan ke trend fashion di Indonesia juga mengacu pada informasi dari Paris, London, dan Milan supaya kita ada sound-nya dari Internasional,” tutur Poppy.

Baca juga
Inspirasi OOTD Hijab untuk Hangout

Sementara itu, dengan mengambil budaya Gorontalo lewat fashion ini Poppy merasa dapat membantu meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di sana. Sehingga budaya Gorontalo lebih dikenal oleh banyak masyarakat kita maupun mancanegara.

“Kain karawo tadi yang disulam itu susah bikinnya, tapi intinya sebenarnya lewat fashion itu Gorontalo bisa mempromosikan tourism-nya. Misalnya kita ada 500 designer competition yang ikut dan semuanya sourching tentang Gorontalo,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar