Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Perkuat Ideologi-Karakter Bangsa Jadi Jurus Wali Kota Malang Tangkal Radikalisme

Wali Kota Malang
Wali Kota Malang Sutiaji

Walikota Malang Jawa Timur Sutiaji mengatakan banyak pihak yang tidak suka jika Indonesia menajdi bangsa yang besar, damai dan maju. Itulah yang menyebabkan maraknya penyebaran paham radikal.

“Jika Indonesia utuh maka menjadi ancaman dunia, maka mereka menciptakan agar keadaan tidak kondusif. Untuk itu kita mesti mempertegas bahwa NKRI, dasar negara dan UUD 1945 sudah final,” katanya.

Sutiaji mengingatkan agar generasi muda memperkokoh kepribadian atau karakter Indonesia dalam menangkal ideologi radikal.

Ini bisa dilakukan dengan menggali informasi dan kuatkan literasi, sehingga bisa menguatkan jati diri sebagai generasi bangsa.

Ia menegaskan pentingnya akhlak dan karakter yang kuat sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga
Sandiwara Politik Jokowi-Luhut Semakin Ugal-ugalan

“Agama itu mesti dirasa-rasa ditanamkan dalam hati diresapi dalam kehidupan sehari-hari dan diamalkan dalam setiap perbuatan melalui cerminan akhlak baik kita yang toleran, baik sangka, menghormati dan menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Sebelumnya Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kota Malang, Jawa Timur menggelar seminar menangkal penyebaran radikalisme dan terorisme untuk menjaga keutuhan NKRI yang dilaksanakan Jaringan Muslim Madani (JMM) pada Sabtu (19/2/2022) kemarin

Direktur Eksekutif JMM Syukron Jamal mengatakan di era industri 4.0 yang ditandai dengan derasnya arus informasi ada fenomena baru yakni pergeseran penyebaran paham dan pemikiran pada dunia digital. Karena media sosial menjadi arena pertarungan ideologi dan paham tidak terkecuali paham keagamaan (ideologi transnasional).

Baca juga
Pengemudi Mercy Lawan Arah Pensiunan PNS Asal Pontianak

“Saat ini salah satu penyebaran ideologi yang massif adalah ideologi keagamaan yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri seperti radikalisme, ekstremisme dan bahkan terorisme yang begitu nyata telah masuk dalam sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Syukron.

Syukron mengingatkan ideologi pemurnian keagamaan pendekatan radikal merupakan salah satu ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan suatu bangsa dan perlu disikapi secara bersama-sama oleh semua pihak.

Tinggalkan Komentar