Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Perkuat Militer Hadapi Rusia, Ukraina Terima Sumbangan Uang Kripto

Perkuat Militer Hadapi Rusia, Ukraina Terima Sumbangan Uang Kripto
Uang Kripto

Pemerintah Ukraina memperluas jumlah mata uang kripto yang dapat diterimanya sebagai sumbangan terhadap militernya saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut.

Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri Ukraina mengatakan, Ukraina menerima sumbangan berbentuk uang kripto Dogecoin.

Asal tahu saja, Dogecoin adalah mata uang kripto yang awalnya dimulai sebagai lelucon dan telah dibicarakan oleh pendiri Tesla Elon Musk. Ini sering dijuluki ‘memecoin’ mengacu pada lelucon internet populer.

Serangan Besar di empat Kota, 350 warga Sipil tewas, 2.000 terluka, 836.000 pengungsi. “Sekarang bahkan meme dapat mendukung tentara kita dan menyelamatkan nyawa dari penjajah Rusia,” cuit Fedorov, dikutip dari Antara, Kamis (3/3/2022).

Baca juga
Hari Ini TMII Sudah Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Pada Selasa (1/3/2022), Fedorov berkicau tentang sebuah proyek yang disebut bantuan untuk Ukraina. Ini adalah kolaborasi antara pemerintah Ukraina, Everstake dan platform blockchain mata uang kripto yang disebut Solana.

Orang-orang sekarang dapat menyumbangkan mata uang kripto solana serta token digital lainnya berdasarkan Solana. Ukraina juga menerima token atau NFT yang tidak dapat dipertukarkan sebagai sumbangan juga.

Ini adalah aset unik seperti karya seni digital yang disimpan menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi dan melacak setiap NFT.

Sementara itu, pertukaran mata uang kripto Uniswap memungkinkan orang untuk mengubah mata uang digital berbasis Ethereum menjadi eter dan mengirimkannya ke pemerintah Ukraina.

Baca juga
Crazy Rich Abal-abal Suka Pamer Harta

Ethereum adalah platform blockchain tempat pengembang dapat membangun aplikasi di atasnya.

Fedorov mengatakan, Gavin Wood, salah satu pendiri platform blockchain yang disebut Polkadot (DOT), mengirim mata uang kripto DOT senilai 5 juta dollar AS (Rp 71 miliar) ke Ukraina.

Dilansir dari CNBC pada Rabu (2/3/2022) Pemerintah Ukraina telah mengumpulkan 35 juta dollar AS (Rp503 miliar), melalui lebih dari 35.000 sumbangan aset kripto sejak dimulainya invasi Rusia, menurut Elliptic, sebuah perusahaan analitik blockchain.

Pada Sabtu (26/2/2022), Ukraina mulai menerima mata uang kripto untuk donasi dan dimulai dengan bitcoin, ether, dan stablecoin yang disebut tether. Stablecoin adalah mata uang digital yang terkait dengan aset dunia nyata seperti mata uang fiat.

Baca juga
Tiga Saham Pilihan saat Tren IHSG Variatif Cenderung Melemah

Sekarang Ukraina meningkatkan jumlah mata uang kripto yang akan diterimanya untuk disumbangkan. Kebijakan ini diluncurkan ketika para ahli militer memperkirakan serangan Rusia akan meningkat keganasannya dan destruktif.

Sumbangan mata uang kripto menambah sejumlah uang untuk upaya perlawanan Ukraina. Tapi selain itu, negara ini juga telah mengumpulkan lebih banyak melalui obligasi perang, yang telah menghasilkan sekitar 270 juta dollar AS (Rp3,8 triliun).

 

Tinggalkan Komentar