Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Perkuat Pangsa Pasar Indonesia, GoTo Siapkan Empat Strategi

Jumat, 10 Jun 2022 - 15:40 WIB
Perkuat Pangsa Pasar Indonesia, GoTo Siapkan Empat Strategi
CEO GoTo, Andre Soelistyo/ist

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyiapkan empat strategi untuk memperkuat pangsa pasar di Tanah Air sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perseroan. Keempat strategi itu adalah meningkatkan cross-selling antar platform, memaksimalkan strategi hyperlocal, mengintegrasikan layanan fintech antar platform, dan meningkatkan layanan value-added.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, ekosistem GoTo unik karena merupakan perusahaan pertama yang menggabungkan layanan on demand, e-commerce, dan fintech.layanan value-added

“Fokus kami adalah untuk mendorong efisiensi dan sinergi antar platform supaya ekosistem terus berkembang dan membawa kemudahan tidak hanya untuk para konsumen, tapi juga untuk para mitra merchant dan mitra driver kami. GoTo akan terus memperkuat market share terutama di dalam Indonesia,” ujar Andre saat paparan publik, Jumat (10/6/2022).

Andre menyampaikan, strategi GoTo pertama adalah meningkatkan cross-selling antar platform. Dia mengklaim, hasil strategi cross-selling tersebut sudah bisa dilihat pada kuartal I-2022 di mana transaksi dari konsumen terus meningkat dengan sangat cepat apabila konsumen tersebut menjadi konsumen lintas platform.

Baca juga
Debut Saham Naik 14,8 Persen, GOTO Merasa Beruntung

“Strategi kami adalah terus meningkatkan produk-produk andalan yang bisa meningkatkan penetrasi dari konsumen lintas platform tersebut,” kata Andre.

Strategi kedua, lanjut Andre, yaitu memaksimalkan strategi hyperlocal pada layanan logistik dan pemenuhan (fulfilment). Menurut Andre, banyak dari transaksi di GoTo adalah transaksi pengiriman barang ataupun pengiriman makanan.

Dengan strategi dan eksekusi perseroan untuk memperkuat layanan logisitik dan fullfilment tersebut, ia meyakini bisa memberikan konsumen pendekatan logistik pengantaran yang cepat tapi juga dengan biaya yang lebih terjangkau lagi seiring dengan peningkatan produktivitas.

Strategi GoTo dalam e-wallet Berhasil

Adapun strategi ketiga adalah mengintegrasikan layanan fintech antar platform secara lebih dalam. Andre mengatakan, integrasi Gopay di dalam Tokopedia saat ini sudah melampaui ekspektasi. Termasuk dari e-wallet, peningkatan dari penetrasi digital wallet di dalam ekositem Tokopedia dan GoTo akan terus meningkat.

Baca juga
Bukan Profitabilitas, Analis: Ekosistem dan Prospek Bisnis Jadi Daya Tarik GoTo

“Seiring dengan itu, kami juga terus meningkatkan produk-produk layanan fintech lainnya di dalam ekosistem kami. GoTo adalah satu-satunya ekosistem digital yang memiliki captive use cases yang mencakup dua pertiga dari konsumsi rumah tangga di Indonesia. Ini akan jadi fondasi kami untuk terus membuat atau membangun tingkat penggunaan yang tinggi serta kemampuan untuk menawarkan produk-produk pinjaman fintech yang berkualitas,” ujar Andre.

Strategi terakhir yaitu meningkatkan layanan value-added (nilai tambah) untuk memberi manfaat lebih bagi mitra driver dan merchant. GoTo melihat bahwa layanan-layanan yang perseroan kembangkan untuk semua konsumen. Mereka antara lain mitra ekosistem sepeti mitra merchant dan mitra driver serta konsumen lain.

“Banyak sekali produk-produk yang sudah kami luncurkan dan sedang kami kerjakan yang akan meningkatkan layanan dan kualitas dari produk tersebut, sehingga para pihak mitra ekosistem kami akan terus bertahan di dalam ekosistem atau platform kami dan juga memberikan kesempatan kepada kami untuk meningkatkan nilai tambah dan juga revenue terhadap platform GoTo tersebut,” kata Andre.

Baca juga
Saham GOTO Menuju Gocap, Investasi Telkom Rp6,4 Triliun Terancam Amblas

Pada kuartal I-2022, GoTo masih mengalami rugi bersih Rp6,6 triliun. Nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) perusahaan mencapai Rp140 triliun dan pendapatan bruto sebesar Rp5 triliun.

Untuk kuartal II-2022, GTV perseroan diperkirakan akan akan berada di kisaran Rp142 triliun hingga Rp150 triliun. Sedangkan pendapatan bruto akan mencapai kisaran Rp5,3 triliun sampai Rp5,6 triliun.

Tinggalkan Komentar