Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Permintaan Makin Tinggi, Pedagang di Kudus Justru Sulit Dapat Stok Migor Curah

Senin, 30 Mei 2022 - 21:59 WIB
Permintaan Makin Tinggi, Pedagang di Kudus Justru Sulit Dapat Stok Migor Curah
Minyak Goreng/ist

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sulit mendapatkan  minyak goreng curah, padahal permintaan masih cukup tinggi. Karena, harganya lebih murah daripada kemasan.

“Saya sudah mencari minyak goreng curah ke sejumlah tempat pada Sabtu (28/5/2022), namun para penyalur memasang tulisan minyak goreng habis,” kata Aslihah, salah satu pedagang sembilan bahan bahan pokok (sembako) di Pasar Bitingan Kudus, Jawa Tengah, Senin (30/5/2022).

Padahal, kata dia, minyak goreng curah masih masyarakat butuhkan, khsusnya bagi masyarakat yang memiliki usaha warung maupun penjual gorengan. Sebab harga minyak goreng curah seharga Rp17.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan sudah mencapai Rp22.000 per liter.

Baca juga
Gerindra: Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Beratkan UMKM

Ia mengakui setiap hari bisa menjual 70 kilogram minyak goreng curah karena pelanggannya didominasi pemilik warung makan.

Jika harus beralih membeli minyak goreng kemasan, kata dia, pelanggannya tidak berani karena biaya produksinya semakin membengkak. Belum lagi sejumlah harga kebutuhan masyarakat juga mulai naik, seperti bawang merah, cabai, telur hingga mi.

Beruntung dia masih bisa mendapatkan 30 kilogram minyak goreng curah hasil membujuk temannya, meskipun dibeli dengan harga Rp16.000 per kilogram atau lebih tinggi dari harga jual eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Tutik, pedagang sembako lainnya juga mengakui hal yang sama kesulitan mendapatkan minyak goreng curah.

Baca juga
Guyur Pasar dengan Migor Rp14 Ribu, Mendag Panggil Produsen Minyak Goreng

“Saya sendiri juga membutuhkan untuk usaha jualan bawang goreng karena jika menggunakan minyak goreng kemasan, harga jual bawang gorengnya kalah bersaing dengan lainnya,” ujarnya.

Untuk penyebab, dia mengaku, tidak mengetahui karena pemerintah juga sudah mengizinkan kembali ekspor minyak sawit mentah dan bahan baku minyak goreng.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Imam Prayitno membenarkan di pasaran memang tidak ada stok minyak goreng curah, akibat terdampak banjir di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Kami sudah mengecek distribusi minyak goreng curah untuk Kudus. Karena antreannya di Semarang cukup panjang, diperkirakan Selasa (31/5/2022) sudah tersedia di pasaran dengan jumlah sekitar 27 ton,” ujarnya.[ipe]

Tinggalkan Komentar