Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Pernyataan Gus Yahya Warning bagi Cak Imin, Bila Serius PKB Partai Gurem

Pernyataan Gus Yahya Warning Bagi Cak Imin, Bila Serius PKB jadi Partai Gurem
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (foto: istimewa)

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengingatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk tidak mengaitkan Nahdlatul Ulama (NU) demi meraup suara. Pernyataan Gus Yahya kemudian ramai menjadi perbincangkan publik. Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai sentilan Gus Yahya itu sekaligus peringatan bagi Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

“Artinya statement Gus Yahya itu harus menjadi warning bagi Muhaimin Iskandar dan PKB,” kata Karyono kepada Inilah.com, Rabu (9/3/2022).

Menurut Karyono, bila akar rumput meresponi instruksi Gus Yahya bahwa NU jangan terseret dalam politik praktis PKB, maka partai besutan Cak Imin itu berpotensi menjadi partai gurem di Pemilu 2024. Pasalnya selama ini basis suara solid dukung PKB mayoritas dari kalangan Nahdliyin.

Baca juga
72 Persen Satuan Pendidikan Laksanakan PTM Terbatas

“Itu sinyal ancaman bagi PKB kalau pernyataan Ketum PBNU itu serius, bukan sekadar gertak sambal. PKB bisa jadi partai gurem bila kehilangan suara dari kalangaan Nahdliyin,” ucapnya.

Sementara itu Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama, Nur Ahmad Satria (NAS) menilai ada makna lain yang terkandung dalam ucapan Gus Yahya. Ketum PBNU itu sejatinya tidak ingin publik menilai bahwa PBNU hanya membangun hubungan dengan PKB semata. Pasalnya saat era kepemimpinan Said Aqiel Siradj, dalam PBNU lebih cenderung ke PKB daripada partai politik lainnya.

“Era pak Said Aqiel terlalu disetir PKB. Sekjen PKB, lalu banyak pengurus dari PKB juga terlibat. Nah Gus Yahya tampaknya ingin mengatakan jangan hanya PKB, tetapi siapa saja bisa mendekat ke PBNU. Walaupun kita tahu bahwa massa NU paling militan dukung PKB,” kata NAS kepada Inilah.com.

Baca juga
Soal Uang untuk Formula E, FEO Siap Jelaskan ke KPK

Gus Yahya Sentil PKB

Sebelumnya, Gus Yahya menyentil PKB agar tidak mengklaim NU demi mendompleng suara di Pemilu 2024 mendatang.

“Tidak bisa kita biarkan PKB hanya main-main klaim NU untuk dapat suara. Kalau mau dapat suara dia harus bekerja secara rasional dan memberikan kemaslahatan yang nyata kepada rakyat,” kata Gus Yahya saat berkunjung ke Kantor PCNU Kabupaten Kediri, beberapa hari lalu.

Gus Yahya juga mengingatkan agar kader NU, terlebih lagi pengurus tidak terlibat atau menjauhi politik praktis menjelang Pemilu Presiden 2024. Pihaknya bakal memberikan sanksi tegas dengan peringatan tertulis hingga dua kali. Selanjutnya jika masih ada pengurus yang melanggar aturan bakal pihaknya bekukan.

Baca juga
2 Pasien Omicron Terbaru Indonesia Usai Lakukan Perjalanan dari Amerika dan Inggris

“Ada beberapa cabang bikin kegiatan politik PKB dengan backdrop kegiatan PCNU kita panggil untuk peringatkan. Kalau ada yang bikin begini lagi langsung kami terbitkan surat peringatan tertulis tahap satu. Ulangi lagi surat tertulis tahap dua, ulangi lagi dibekukan. Pokoknya tidak boleh,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar