Rabu, 07 Desember 2022
13 Jumadil Awwal 1444

Pernyataan Jokowi di Hadapan Relawan Kode untuk Airlangga Nyapres

Senin, 29 Agu 2022 - 15:09 WIB
Publikasi 1661435218 63077d5283e7f - inilah.com
Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Antara

Pernyataan Jokowi yang disampaikan pada Rapimnas simpul relawan organisasi pejuang Bravo 5 di Ancol, pada akhir pekan yang lalu, dianggap memberi kode kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk nyapres pada Pilpres 2024 mendatang. Pada kesempatan tersebut, yang juga disampaikan pada kegiatan relawan di tempat lain Jokowi mengingatkan modal elektabilitas untuk menjadi capres karena harus memiliki kendaraan partai politik (parpol), dan Airlangga memiliki mesin parpol.

Pengamat media, Lalu Mara Satriawangsa menyebutkan, pernyataan Jokowi tersebut secara tegas mengingatkan bahwa parpol, sesuai dengan konstitusi, memiliki peran penting dalam mengusung capres-cawapres. Konstitusi mengatur capres-cawapres diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden. Artinya, parpol memiliki bobot besar dalam menentukan capres-cawapres.

“Pernyataan Presiden Jokowi merupakan sinyal peluang bagi kader organik parpol untuk maju sebagai capres-cawapres. Kode keras buat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk maju nyapres,” tutur Lalu Mara, dalam keterangan, Senin (29/8/2022).

Baca juga
Anies Punya Peran Besar dalam Pendirian Partai NasDem

Lalu Mara menyebut, pernyataan Jokowi di Ancol tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya dalam sesi wawancara khusus dengan salah satu televisi swasta. Ketika diwawancarai, Jokowi menyebut capres mendatang tidak berbeda jauh dari hasil survei yang ada saat ini.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, hanya menempatkan kandidat capres Prabowo Subianto yang memiliki elektabilitas tinggi dari kader organik partai politik. Selebihnya, tokoh parpol organik lainnya, seperti Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, atau Ketua DPP PDIP Puan Maharani memiliki elektabilitas di bawah Prabowo.

Sementara itu, muncul nama-nama di luar kader organik partai yang memiliki elektabilitas tinggi seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Lalu Mara menyebut, dengan pernyataan Jokowi tersebut, Airlangga memiliki kans besar untuk maju menjadi capres. Alasannya, Airlangga menjadi sosok yang sudah diputuskan Golkar untuk menjadi capres 2024. Di sisi lain, peran Airlangga membantu Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga mendongkrak peluang ini.

Baca juga
Jokowi Dorong Kerja Sama Ekonomi Digital dalam Pertemuan KTT APEC di Bangkok

Selain itu, Airlangga memiliki posisi tawar lainnya karena menjadi pionir Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Terlebih, KIB sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri di Pilpres 2024. “Boleh jadi apa yang disampaikan Presiden Jokowi di depan Rapimnas Bravo 5 bisa ditafsirkan sebagai kode keras bagi Menko Perekonomian Airlangga. Karena soal elektabilitas sudah jadi nomor sekian di mata Presiden Jokowi,” ujar Lalu Mara.

Ia menilai, Jokowi bakal menjadi salah satu king maker dalam Pilpres 2024. Jokowi muncul diantara sosok king maker lainnnya yang lebih dulu diprediksi menentukan Pilpres 2024 seperti Ketum PDI Megawati Soekarnoputri, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, atau Ketum Nasdem Surya Paloh.

Baca juga
KIB tak Perlu Buru-buru Deklarasikan Capres 2024-2029

“Intinya ojo kesusu, kata Presiden Jokowi. Politik juga bisa berubah setiap saat, dan sekecil apapun peluang bisa terjadi. Jadi jangan terbuai dengan tingginya elektabilitas,” tegas Lalu Mara.

Tinggalkan Komentar