Pertalite Kemungkinan Naik ke Rp11 Ribu, Pertamina: Masih Direview

Pertalite Kemungkinan Naik ke Rp11 Ribu, Pertamina: Masih Direview - inilah.com

Terkait isu harga BBM jenis Pertalite bakal naik menjadi Rp11 ribu, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading) mengaku masih dilakukan review.

Kepada Inilah.com, Kamis (4/11/2021), Irto menerangkan bahwa Pertamina masih terus melakukan review atas tren harga rata-rata publikasi minyak mentah (MOPS/Argus). “Kita masih terus review,” ungkap Irto.

Terkait kebijakan harga BBM dalam negeri, lanjut Irto, Pertamina akan mengikuti aturan yang berlaku, yakni Keputusan Menteri ESDM No. 62.K/12/MEM/2020 tentang Batas Bawah dan Batas Atas Harga Jual Produk BBM.

Dia mengakui, tingginya harga minyak dunia, memberikan tekanan signifikan terhadap beban pokok produksi BBM yang harus ditanggung Pertamina. “Tingginya harga minyak dunia juga semakin menekan profitabilitas Pertamina,” tuturnya.

Baca juga  Expo 2020 Dubai, Subholding Gas Pertamina Bidik 7 Potensi Green Energy

Sampai saat ini, lanjutnya, industri migas pelat merah ini, tidak menaikkan harga BBM. Alasannya, Pertamina memahami concern pemerintah terhadap penurunan daya beli masyarakat pasca pandemi COVID-19. “Saat ini, Pertamina dengan pemerintah terus melakukan pembahasan guna mencari solusi terbaik,” paparnya.

Yang pasti, lanjut Irto, Pertamina konsisten dalam menjalankan komitmen. Yakni, menyediakan dan mendistribusikan BBM kepada seluruh masyarakat. Sebagai BUMN energi, Pertamina mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas penyediaan dan pelayanan BBM. “Sudah menjadi komitmen Pertamina untuk menyediakan BBM di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR asal Fraksi PKS, Mulyanto meniupkan sinyalemen harga Pertalite bakalan naik hingga Rp11 ribu per liter. Atau naik Rp3.350 per liter ketimbang harga hari ini.

Baca juga  Kolaborasi Pertamina-ExxonMobil Kembangkan Teknologi Rendah Karbon

Kalau benar itu dilakukan, lanjut Mulyanto, Fraksi PKS siap menolaknya. “Fraksi PKS pasti menolak rencana kenaikan itu. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menaikkan harga jual BBM jenis Pertalite. Karena saat ini pandemi belum usai dan daya beli masyarakat masih lemah,” kata Mulyanto.

Sejatinya, tak menaikkan harga BBM menjadi pilihan pahit bagi Pertamina. Lantaran harga minyak dunia saat ini sudah di atas US$80 per barel. Jauh di atas patokan harga minyak mentan Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang tersemat dalam APBN 2021 sebesar US$45 per barel.

“Pertalite ini bahan bakar umum, harganya secara normal sudah berada di atas Rp 11.000, harga keekonomiannya,” ungkap Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Soerjaningsih, beberapa waktu lalu.

Baca juga  Kelangkaan Solar dan Premium, Marwan Sebut Nicke dan Ahok Tidak Qualified

Tinggalkan Komentar