Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Pertama Kali dalam Sejarah, ILO: Upah Buruh Global Minus 0,9 Persen

Kamis, 01 Des 2022 - 09:42 WIB
Direktur Jenderal ILO, Gilbert F Houngbo sebut upah buruh turun 0,9 persen di semester I-2022, Jenewa, Kamis (1/12/2022). (Foto: TVOneNews.com).

Ini kejadian langka yang memprihatinkan. Paruh pertama 2022, upah buruh global bukannya naik tapi turun ke level (minus) 0,9 persen.

Dikutip dari Laporan Upah Global 2022-2023 dari organisasi buruh internasional atau International Labour Organization (ILO), Jakarta, Kamis (1/12/2022), penurunan upah buruh riil di dunia sebesar (minus) 0,9 persen itu, baru pertama kali terjadi. Daya beli turun, perekonomian tak sesuai ekspektasi. Lebih miris lagi, jumlah orang miskin dunia naik signifikan.

Menurut laporan tersebut, upah riil di negara-negara Kelompok 20 (G20) pada semester I-2022, turun hingga (minus) 2,2 persen. Sedangkan upah riil di negara berkembang G20, tumbuh 0,8 persen, atau 2,6 persen lebih rendah ketimbang 2019, tahun sebelum pandemi COVID-19.

Baca juga
Ciptakan 24 Juta Lapangan Kerja, DPR Dorong Implementasi Ekonomi Hijau

“Berbagai krisis global yang kita hadapi telah menyebabkan penurunan upah riil. Ini menempatkan puluhan juta pekerja dalam situasi yang mengerikan karena mereka menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat,” kata Direktur Jenderal ILO, Gilbert F Houngbo.

“Ketimpangan pendapatan dan kemiskinan akan meningkat, jika daya beli masyarakat berpenghasilan terendah tidak dipertahankan. Selain itu, pemulihan pascapandemi yang sangat dibutuhkan dapat berisiko. Hal ini dapat memicu keresahan sosial lebih lanjut di seluruh dunia dan melemahkan tujuan mencapai kemakmuran dan perdamaian untuk semua,” komentarnya.

Laporan tersebut, mencakup data regional dan negara, menunjukkan bahwa di Amerika Utara (Kanada dan Amerika Serikat), pertumbuhan upah riil turun menjadi nol pada 2021, dan turun menjadi (minus) 3,2 persen pada paruh pertama 2022.

Baca juga
Tak Sesuai Standar HAM, Hari Buruh Jadi Momentum Perlindungan Pekerja Kapal Perikanan

Di Uni Eropa, di mana skema retensi pekerjaan dan subsidi upah sebagian besar melindungi pekerjaan dan tingkat upah selama pandemi, pertumbuhan upah riil meningkat menjadi 1,3 persen pada tahun 2021 dan turun menjadi (minus) 2,4 persen pada paruh pertama 2022.

Di Eropa Timur, pertumbuhan upah riil melambat menjadi 4,0 persen pada 2020, dan 3,3 persen pada 2021. Kemudian turun lagi menjadi (minus) 3,3 persen pada paruh pertama 2022.

“Kita harus memberikan perhatian khusus kepada pekerja di kelas menengah dan bawah dari skala gaji. Berjuang melawan penurunan upah riil dapat membantu menjaga pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya dapat membantu memulihkan tingkat pekerjaan yang diamati sebelum pandemi,” Rosalia Vazquez -Alvarez, salah satu penulis laporan itu mengatakan.

Tinggalkan Komentar