Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Pertamina Belum Bisa Sekelas Petronas, Jokowi atau Menteri BUMN yang Gagal

Kamis, 04 Agu 2022 - 22:50 WIB
Pertamina Belum Sekelas Petronas, Jokowi atau Menteri BUMN Gagal
Petronas, BUMN Migas milik Malaysia (Liputan6).

Saat masih capres 2014, Joko Widodo sempat mendengungkan niatan membesarkan PT Pertamina (Persero) bisa sekelas Petronas, BUMN migas milik Malaysia. Namun alangkah susahnya.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mempertanyakan, komitmen Presiden Jokowi memenuhi janji politiknya itu. Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir sudah menyatakan, Pertamina tak bisa dibandingkan dengan Petronas.

“Janji (Jokowi): kontribusi produksi Pertamina dalam negeri lebih dari 50 persen dalam 5 tahun, menjadikan Pertamina perusahaan energi internasional, belum terpenuhi. Erick bilang tidak bisa bandingkan Pertamina dengan Petronas. Ini, Jokowi atau menteri BUMN yang gagal,” ungkap Anthony kepada Inilah.com, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Dalam konteks ini, Anthony meyakini, pandangan Menteri BUMN Erick Thohir lebih jujur dan masuk akal. Tidak bisa bandingkan perusahaan ‘biasa-biasa saja’ dengan perusahaan sukses. “Petronas sudah melanglang buana, kegiatan produksinya ada di semua benua, Eropa, Asia Pacific, Afrika, Asia Tengah, Amerika Utara, Amerika Latin, Timur Tengah,” imbuh Anthony.

Baca juga
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Tertinggi di Era Jokowi, Sayangnya Bukan untuk Wong Cilik

Asal tahu saja, produksi migas rata-rata harian dari Petronas pada 2021, mencapai 2,27 juta barel minyak ekuivalen (Barrel of Oil Equivalent/BOE).

Jauh di atas produksi Pertamina sebesar 897 ribu barel ekuivalen per hari. Bahkan, produksi migas Petronas lebih gede ketimbang angka produksi migas nasional yang mencapai 1,64 juta barel minyak ekuivalen per hari.

“Artinya, produksi migas Pertamina jauh lebih rendah lagi. Sekitar 0,9 juta barel minyak ekuivalen per hari. Jadi memang benar, tidak bisa dan tidak perlu membandingkan (Pertamina) dengan perusahaan sukses (Petronas),” ungkapnya.

Dari penelusuran jejak digital, awal Juli 2014, Jokowi menyampaikan program energi yang cukup wah. Salah satunya ya itu tadi, membuat Pertamina bisa menjadi ‘raja minyak’ di negeri sendiri. Karena, produksi migas Pertamina kala itu, cuman 21 persen. Sisanya yang 79 persen dikuasai asing. Beda jauh dengan Petronas yang produksi migasnya mencapai 60 persen, sisanya asing.

Baca juga
Isu Menteri Berbisnis PCR, Stafsus BUMN Beri Penjelasan Begini

Sedangkan Menteri BUMN Erick Thonir pada Rabu (3/8/2022), mengatakan, kinerja Pertamina tak bisa dibandingkan dengan Petronas. Alasannya, Pertamina masih mengimpor minyak sementara Petronas memroduksi secara mandiri.

“Tidak bisa dibandingkan Pertamina dengan Petronas. Ya berbeda. Karena, Petronas masih produksi, kalau kita negara mengimpor, kondisinya beda,” kata Menteri Erick.

Saat ini, kata Menteri Erick, pemerintah terus berupaya untuk memastikan arus kas (cashflow) Pertamina tetap sehat. “Sempet kemarin, seakan-akan Pertamina rugi. Padahal, bukan rugi. Antara cashflow sama rugi itu berbeda. Cashflow artinya defisit karena uangnya belum diganti, uang subsidinya. Makanya secara cashflow defisit, tapi begitu diganti artinya cashflow Pertamina membaik. Kemudian, rugi-labanya baik,” terang Menteri Erick.

Tinggalkan Komentar