Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Pertamina Prediksi Konsumsi LPG di Sumbar akan Naik Saat Lebaran

Pertamina Prediksi Konsumsi LPG di Sumbar akan Naik Saat Lebaran
Foto: Istimewa

PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memprediksi konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Sumatera Barat mengalami kenaikan saat perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Section Head Comrel Pertamina Sumbagut, Agustiawan mengatakan pihaknya memprediksi kenaikan konsumsi masyarakat menggunakan LPG meningkat tiga persen dari angka normalnya.

Ia menyebutkan normalnya kebutuhan masyarakat Sumbar 426 Metrik Ton (MT) dan diprediksi naik menjadi 440 Metrik Ton (MT).

Menurut dia peningkatan ini akibat meningkatnya intensitas memasak masyarakat karena persiapan Idul Fitri, saat perayaan dan usai Idul Fitri 1443 Hijriah.

Apalagi jumlah warga Sumbar yang ada di luar cukup banyak dan tahun ini mereka akan mudik usai dua tahun dibatasi mudik saat Idul Fitri.

Baca juga
Buntut Sidak Menteri Erick di WC Umum SPBU Probolinggo, Hiswana Migas Sibuk Sendiri

“Warga banyak yang di Sumbar dan tren memang intensitas warga memasak juga tinggi sehingga kita upayakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia, Kamis (22/4/2022).

Sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga juga memprediksi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat jelang Idul Fitri 2022 yakni saat arus mudik dan arus balik.

Pihaknya memastikan kebutuhan energi dengan membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang mulai bekerja 11 April hingga 10 Mei 2022.

“Satgas RAFI akan bekerja 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik,” kata dia.

Baca juga
Saat Pandemi COVID-19, Subholding Gas Pertamina Bukukan Cuan US$286,2 Juta

Pertamina siap mendukung kebijakan pemerintah yang membolehkan masyarakat melakukan mudik.

Ia mengatakan mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami lonjakan, apalagi setelah dua tahun masa pandemi masyarakat tidak bisa mudik ke kampung halaman.

Pertamina memprediksi peningkatan kebutuhan sebanyak delapan koma lima persen untuk gasoline (bensin) dan empat persen untuk gasoil (diesel) dibandingkan dengan rata-rata penjualan pada Maret 2022.

“Hal ini sudah mempertimbangkan peningkatan arus mudik yang didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor,” kata dia.[JIN]

Tinggalkan Komentar