Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Pertanyakan Sumber Data MAKI, Kubu Lukas Enembe: Dia Penyidik Kah?

Senin, 26 Sep 2022 - 15:44 WIB
Pertanyakan Sumber Data MAKI, Kubu Lukas Enembe: Dia Penyidik Kah?
Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening saat konferensi pers di Kantor Perwakilan Provinsi Papua di Jakarta, Senin (26/9/2022). (Foto: Inilah.com/ Dea Hardianingsih)

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyinggung informasi yang didapat Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) soal aktivitas kliennya di luar negeri.

Menurut Roy, data rekaman CCTV serta sejumlah foto Lukas Enembe berada di Malaysia, Filipina, sampai Singapura, bukanlah data yang bisa sembarangan di akses publik.

“Datanya dari mana? Dia (MAKI) penyidik kah? Saya karena ini masuk ke dalam hukum formal, tentunya berdasarkan kerja-kerja penyidik saja,” kata Stefanus dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan Provinsi Papua, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Dia meminta agar tidak terjadi penyebaran berita bohong atau hoaks yang menekan Lukas Enembe karena hal terseut akan membuatnya kesulitan meberikan keterangan.

Baca juga
Diminta Keterangan 10 Jam Lebih di KPK, Anies Mengaku Senang

“Kalau hoaks-hoaks, kasian Pak Lukas, kalau depresi sehingga nggak diperiksa. Oleh karena itu, saya minta waktu dua minggu, mudah mudahan Bapak sehat sehingga bisa diminta keterangannya,” tandas Stefanus.

Sebelumnya, KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi beberapa waktu lalu.

KPK belum menyampaikan rincian kasus yang menjerat Lukas tetapi sempat menyinggung adanya dugaan penyalahgunaan dana otonomi khusus (otsus).

Politikus Partai Demokrat itu juga telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

KPK menjadwalkan pemeriksaan kedua terhadap Lukas sebagai tersangka pada hari ini, tetapi Lukas dipastikan tidak akan hadir karena alasan kesehatan.

Baca juga
CCTV Kompleks Polri Rekam Yosua Sebelum Dibunuh, Bikin Hakim Tertegun

Lembaga antirasuah belum lama ini mengungkapkan bakal mengembangkan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga dilakukan Lukas yang mengarah pada dugaan TPPU.

Hal itu dilakukan KPK dalam menindaklanjuti informasi mengenai transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Lukas sebesar Rp560 miliar.

Tinggalkan Komentar