Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Pertumbuhan Kredit 11,7 Persen Genjot Uang Beredar Rp8.222,2 Triliun

Rabu, 23 Nov 2022 - 12:54 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Pertumbuhan Kredit 11,7 Persen Genjot Uang Beredar Rp8.222,2 Triliun - inilah.com
Petugas menarik tumpukan uang tunai sebelum didistribusikan melalui kantor cabang dan mesin ATM di Pooling Cash Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (8/9/2022). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2022 mencapai Rp8.222,2 triliun. Angka ini tumbuh 9,8 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan itu terdongkrak oleh melesatnya pertumbuhan kredit. Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan M2 pada bulan lalu juga tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan September 2022 yang sebesar 9,1 persen (yoy).

“Pertumbuhan M2 pada Oktober 2022 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Penyaluran kredit pada Oktober 2022 tumbuh 11,7 persen (yoy) menjadi Rp6.314,4 triliun, setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,8 persen (yoy), yang terutama ditopang penyaluran kredit produktif (investasi).

Baca juga
Terapkan Sistem BI Fast, Biaya Transfer 44 Bank Jadi Rp2.500

Peningkatan penyaluran kredit terjadi baik pada nasabah korporasi yang tumbuh 14 persen (yoy) maupun perorangan, yakni 10,4 persen (yoy).

Sementara itu, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat terkontraksi 16,8 persen (yoy), setelah bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 32,5 persen (yoy).

Aktiva luar negeri bersih tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,8 persen (yoy), setelah terkontraksi sebesar 5,3 persen (yoy) pada September 2022.

Selain itu, perkembangan M2 juga didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dari bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 13,5 persen (yoy).

M1 meliputi uang kartal di luar Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tumbuh 5,5 persen (yoy) , giro rupiah 32,6 persen (yoy), serta tabungan rupiah ditarik sewaktu-waktu 6,9 persen (yoy).

Baca juga
Rupiah Lesu Darah Jelang Pengumuman Hasil Pertemuan BI

Komponen M2 lainnya yaitu uang kuasi, dengan pangsa 42,7 persen, tercatat tumbuh melambat dari 3,8 persen (yoy) pada September 2022 menjadi 3,5 persen (yoy) pada Oktober 2022 menjadi Rp3.511,7 triliun. Sementara surat berharga selain saham tumbuh 29 persen (yoy) menjadi Rp26 triliun.

Komponen uang kuasi terdiri dari simpanan berjangka (rupiah dan valuta asing/valas) yang meningkat 0,3 persen (yoy), tabungan lainnya (rupiah dan valas) 16 persen (yoy), serta giro valas 14,3 persen (yoy).

Tinggalkan Komentar