Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Perusahaan Keuangan Dominasi Kapitalisasi Pasar di BEI

Senin, 10 Okt 2022 - 11:53 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Perusahaan Keuangan Dominasi Kapitalisasi Pasar di BEI
Menteri Keuangan, Sri Mulyani/Foto: ist

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut perusahaan keuangan banyak mendominasi kapitalisasi pasar tersebsar di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Perusahaan keuangan tersebut antara lain perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce.

“Lima terbaik dari perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teknologi dan dunia digital,” ujar Sri Mulyani dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/10/2022).

Dengan demikian, aktivitas berbagai perusahaan tersebut tentu melibatkan banyak sektor dan sumber daya.

Kendati begitu, dia menilai ekonomi digital tidak hanya identik dengan perusahaan rintisan alias startup dan e-commerce, tetapi juga mencakup berbagai entitas yang sebelumnya sudah mapan dengan cara kerja konvensional dan kini beralih ke digital.

Baca juga
BEI: Sebanyak 43 Perusahaan Siap Catatkan Saham di Bursa

Perbankan misalnya, meskipun sudah lama memberikan layanan berbasis internet, saat ini perusahaan keuangan tersebut tetap harus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan melalui platform digital.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut ekonomi digital adalah salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai ekonomi industri digital di Indonesia pada 2021 bisa mencapai US$70 miliar.

“Angka ini bahkan akan diperkirakan meningkat mencapai US$145 miliar pada 2025,” ungkapnya.

Meski digitalisasi menghadirkan peluang dan membantu meningkatkan efisiensi serta kualitas, Menkeu tak menampik digitalisasi dan teknologi juga berpotensi menimbulkan risiko besar, distorsi, serta disrupsi.

Baca juga
Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara 2023 Bakal Naik hingga 11,7 Persen

Contohnya, risiko terkait penggunaan big data yang memiliki syarat adanya perlindungan yang memadai dan kuat terhadap privasi, machine learning yang bisa menciptakan overheating dimana komputer mengambil keanehan dalam data yang tidak mewakili pola di dunia nyata, serta underheating dimana model tidak cukup kompleks menangkap pola yang ada dalam data dan realitas.

Tinggalkan Komentar