Jumat, 03 Februari 2023
12 Rajab 1444

Pesona Emas Suasa di Jakarta Fair

Sabtu, 29 Jun 2013 - 12:14 WIB
Penulis : Wahid Ma'ruf
Perhiasan Emas

INILAH.COM, Jakarta - Ada yang berbeda yang ditunjukkan peserta pameran di Jakarta Fair Kemayoran 2013 di bidang aksesoris perempuan. Sebuah inovasi dalam menarik minat pengunjung hingga bernuansa teknologi tinggi di Hall-B dan Hall-C Arena PRJ Kemayoran.

Ada dua stand yang memamerkan aneka aksesoris perempuan menjajakan beraneka gelang, kalung, cincin, bros, dan jam tangan dari emas. Tetapi bukan emas beneran. Orang menyebutnya emas suasa, kandungan emas antara 0,8 sampai 18 persen saja.

Namun jika Anda ingin bergaya menggunakan jam emas namun budjet dananya minimdatang saja ke Jakarta Fair 2013. Untuk ajang pameran terbesar di Asia Tenggara ini berlangsung mulai 6 Juni silam hingga 7 Juli mendatang. “Kalau anda ingin bergaya dan terlihat trendy, tak perlu mahal, pakailah perhiasan pengganti emas,” ujar Roy penanggung jawab Ekaswara Jewelry.

Mungkin yang dikatakan oleh Roy itu, ada benarnya. Karena bahan pengganti emas, yang oleh orang orang disebut suasa itu jika dilihat dengan mata telanjang tak ubahnya seperti emas. Meski antara emas dan suasa tentu berbeda . Emas termasuk logam murni, dalam kimia disebut "aurum".

Untuk itu tidak terbuat dari apa apa karena emas adalah unsur murni. Sedangkan suasa adalah logam campuran emas plus tembaga, namun warnya juga kuning seperti emas.  

Oleh karena itu, jika anda penggemar perhiasan emas, dan budjetnya minim maka ada baiknya anda mulai beralih ke suasa. Harganya pun cukup terjangkau saku mulai dari harga Rp30 ribu hingga Rp500 ribu. Untuk cincin mungil dibandrol Rp30 ribu, gelang Rp100 ribu, kalung Rp150 hingga Rp175 ribu dan cincin dengan dilapisi permata seharga Rp480 ribu.

Lain lagi bisa menenggok stand  Nelwati Aksesoris, yang juga menjual dengan harga yang cukup terjangkau. Gelang kristal yang dilapisi dengan bahan suasa dibandrol dengan harga Rp200 ribuaan. “Gelang ini tidak luntur dan tidak menimbulkan alergi,” kata Nur penjaga stand Nelwati Aksesoris.

Sementara di stand Mustika juga tidak jauh berbeda. Harga cincin, gelang dan kalung dibandrol dengan harga Rp100 ribu, Rp150 ribu dan Rp200 ribu. “Ini ada kadar emasnya sekitar 0,8 persen,” ujar ibu Ika selaku pemilik gerai Mustika.

Namun y tidak kalah menarik adalah jam tangan ‘emas’ hasil dari Provinsi Bengkulu. Jam tangan ‘emas’ ini hanya dibandrol Rp 50 ribuan sehingga banyak ‘diminati’ oleh pengunjung Jakarta Fair.

“Nggak perlu pakai emas asli, apalagi laki laki. Cukup pakai ‘emas’ palsu ini sudah bisa bergaya,” ujar Nia yang kebetulan sedang menjaga stand provinsi Bengkulu, Namun, jika pengunjung ingin membeli mas asli, maka di Hall D, ada stand Untung Bersama Sejahtera (UBS) yang menjual emas per gram sebesar Rp428 ribu. UBS Gold juga menjual emas murni dan emas batangan bagi Anda yang ingin berinvestasi. [hid]