Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Peta Elektoral Menuju Pemilu 2024 Semakin Dinamis, Elektabilitas Golkar Geser PDIP

Peta Elektoral Menuju Pemilu 2024 Semakin Dinamis, Elektabilitas Golkar Geser PDIP

Peta elektoral menuju gelaran Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin dinamis. Indonesia Network Election Survey (INES) menggelar survei untuk mengetahui tingkat popularitas, kesukaan dan elektabilitas parpol serta tokoh nasional yang berpeluang menjadi capres 2024.

Koordinator INES Herry Soetomo mengatakan, dari hasil temuan survei didapati Sejumlah partai politik diprediksi tak akan lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dalam perhelatan Pileg 2024. Ada tujuh partai yang masih berada di atas ambang batas parlemen atau bisa mengirimkan kadernya untuk duduk sebagai anggota legislatif di Senayan.

“Elektabilitas Golkar berada di peringkat teratas dengan nilai 18,2 persen. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan angka 15,2 persen, diikuti Partai Gerindra dengan 14,8 persen,” kata Herry Soetomo, Rabu (9/2/2022).

Posisi keempat PKB dengan elektabilitas 7,4 persen, Partai Demokrat 5,2 persen PKS 5,1 persen dan Partai Nasdem nilai 4,7 persen.

“Dan partai politik yang berada di bawah PT 4 persen adalah PAN 2,8 Persen, PPP 2,7 persen, Perindo 2,0 persen. PRIMA 1,8 persen dan Hanura 0,9 persen, Garuda 0,8 persen, PBB 0,6 Persen. PSI 0,5 persen, Partai Buruh 0,2 persen, Gelora 0,2 persen, Masyumi 0,1 persen. Ummat 0,1 persen. Sementara, untuk responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 16,7 persen,” papar Herry.

Baca juga
Foto: Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Pasar Senen Jelang Libur Nataru 2022

Menurut Herry melorotnya elektabilitas PDI Perjuangan yang tergeser oleh partai Golkar lantaran terpaan pernyataan Arteria Dahlan yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda oleh seoarang Kajati. Dimana Arteria Dahlan sempat meminta Kajati yang berbahasa sunda dalam rapat untuk dicopot dari jabatannya yang membuat kemarahan masyarakat suku sunda.

“Kenaikan elektabilitas Golkar tidak lain karena pengaruh dan kinerja Ketua Umumnya yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet Jokowi dan dianggap berhasil. Begitu juga sikap politik yang ditunjukkan oleh Prabowo Subianto berhasil meningkatkan tingkat elektabilitas Gerindra, dimana suara PDI Perjuangan banyak beralih ke Gerindra juga,” ungkapnya.

Baca juga
Jejak Usaha Anak Mantan Menteri Perindustrian Terlama di Zaman Orba, Airlangga

Sementara itu, hasil survei elektabilitas Capres terhadap 2058 Respoden dengan simulasi pertanyaan terbuka/on the spot ditanyakan pada responden, tokoh yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari, hasilnya nama Airlangga Hartarto yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 10,7 persen dan Ganjar Pranowo dengan 9,1 persen membuntuti Prabowo Subianto dengan elektabilitas 9,7 persen.

“Disusul oleh Moeldoko (5,1 Persen), Ridwan Kamil (4,8 persen), Gatot Nurmantyo (4,3 persen), Anies Baswedan (4,1 persen), Muhaimin Iskandar (2,7 persen ), Puan Maharani (2,6 persen) dan Sandiaga Uno (2,4 persen). Lalu Khofifah Indar Parawansa (2,4 persen), berikutnya Agus Harimurti Yudhoyono (2,2 persen), Tri Rismaharini (1,3 persen), dan Erick Thohir (1,1 persen). Ada pula Mahfud MD (1,0 persen), dan yang tidak memeilih atau menjawab pertanyaan tersebut sebanyak 36,9 persen,” urainya.

Sedangkan, hasil survei elektabilitas Capres terhadap 2058 Respoden dengan simulasi pertanyaan tertutup, saat diberi pertanyaan “Jika Pilpres diadakan hari ini, siapakah tokoh yang akan dipilih menjadi presiden 2024?” melalui kuisioner dengan simulasi nama-nama yang tertulis di kuisioner.

Baca juga
Tahapan Pemilu Serentak 2024 Dibahas Maret 2022 Bersama Komisioner Baru KPU-Bawaslu

“Didapati Airlangga Hartarto menempati urutan pertama dengan keterpilihan sebesar 29,2 persen. Diikuti Ganjar Pranowo tingkat keterpilihan sebesar 22,8 persen, Prabowo Subianto 17,8 dan Anies Baswedan memiliki keterpilihan sebesar 6,7 persen. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono hanya mendapat 4,2 Persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen dari total responden, dan yang tidak memeilih sebanyak 16,1 persen,” ujarnya.

Survei dilakukan secara offline dalam rentang waktu 14 hari pada 20 Januari hingga 3 Februari 2022. Dengan Jumlah responden terpilih yang diteliti sebanyak 2058 Warga Negara Indonesia yang sudah berumur di atas 17 tahun. Penentuan jumlah responden menggunakan metode multistage sampling dengan margin of error kurang lebih 2,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dilakukan in depth interview dengan metode face to face di 34 provinsi terpilih sebanyak 390 kabupaten/kota.

Tinggalkan Komentar