Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Peter Gontha Beberkan ‘Borok’ Internal Garuda Indonesia

Kamis, 28 Okt 2021 - 18:46 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Peter Gontha Beberkan ‘Borok’ Internal Garuda Indonesia - inilah.com
Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F. Gontha

Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F. Gontha membeberkan adanya ketidakberesan di internal Garuda Indonesia yang menyebabkan perusahaan penerbangan plat merah tersebut terjerat hutang hingga Rp70 triliun.

Peter mengaku dirinya dituduh memperlambat dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Garuda karena sempat menolak meneken persetujuan penarikan uang sebesar Rp1 triliun dari nilai PMN Rp7 triliun.

“Pada tanggal 27 December 2O20 yang lalu pada waktu saya tengah berlibur di Bali, saya dituduh memperlambat atau mempersulit pencairan uang PMN ( penyertaan modal Negara) pada Garuda. Saya Dipaksa menyetujui penarikan Rp. 1 Triljun dati 7 triljun yang dijanjikan. Saya achirnya tandatangan tetapai saya tau itu sama dengan buang Garam dilaut,” kata Peter dalam akun media sosial Instagram @petergontha yang dikutip Kamis (28/10/2021).

Baca juga
Profil Pelita Air Anak Usaha Pertamina, Calon Pengganti Garuda Indonesia

Peter menyebut pada tahun 2020 dirinya sudah memberikan masukkan kepada seluruh jajaran direksi bahwa satu-satunya upaya untuk menyelamatkan Garuda adalah melakukan negosiasi dengan para lessor asing.

“Sejak Feb. 2020 saya sudah katakan satu satunya jalan adalah Nego dengan para lessor asing yang semena2 memberi kredit pada Garuda selama 2012-2016 yang juga saya tentang,” katanya.

Namun sambung Peter, para direksi Garuda Indonesia tak ada yang menggubris sarannya tersebut dan tetap menjalankan apa yang mereka yakini.

“Direksi Tidak ada yg mau mendengar, data Jejak digital ada pada saya. Disitupun saya dimusuhi,” ungkapnya.

Baca juga
Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Jatuh, Bos Garuda Bilang Begini

Peter mengaku sudah menyatakan niatnya ingin mundur sebagai komisaris sejak Februari 2021 karena merasa tidak berguna lagi mengabdi namun masih menerima gaji.

“Saya minta berhenti bulan februari 2021 karena saya tidak ada guna sayabdibgaruda dan masih digaji terus dan dianggap selalu menghambat dan terlalu keras. Sekarang kita harus tanggung kebodohon2 itu,” katanya.

Dia juga yakin dengan pernyataan yang ditulisnya ini akan membuat para direksi di Garuda Indonesia semakin marah kepadanya. Namun Peter tetap yakin dengan apa yang disarankannya saat itu.

“Dan tulisan ini akan menjadikan saya tambah dibenci dikalangan “Mereka”, tapi untung Ibu SMI dan Presiden mengatakan yang sama, Kasih uang PMN ke Garuda sama dengan buang garam kelaut. Saya menulis status ini dengan tanggung jawab disaya yang sebesar besarnya,” katanya.

Tinggalkan Komentar

×