Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Peter Gontha: Saya ‘Dipecat’ Karena Tak Sejalan dengan Pemimpin Garuda

Kamis, 28 Okt 2021 - 22:42 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Peter Gontha: Saya ‘Dipecat’ Karena Tak Sejalan dengan Pemimpin Garuda - inilah.com
Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia, Peter F. Gontha

Peter F. Gontha akhirnya angkat keputusannya angkat kaki sebagai Komisaris di PT Garuda Indonesia. Peter mengatakan dirinya bukan mundur melainkan dipecat sebagai komisaris diperusaan plat merah tersebut.  

“Tahukah anda mengapa saya “dipecat” dari Garuda? Karena tidak sejalan dengan pikiran para pemimpinnya, sekarang kita menuai hasilnya! Kasihan Chairul Tanjung, orang yang jelas menaruh uang pribadinya. Satu satunya !!! Bukan orang yang ngatur-ngatur uang Rakyat,” tulis Peter dalam akun media sosial Instagramnya @petergontha, Kamis (28/10/2021).

Dia mengungkapkan banyak kebijakan-kebijakan di Garuda Indonesia yang tidak sejalan sehingga membuat perusahaan menjadi rugi atas keputusannya sendiri.

Peter mencontohkan beberapa keputusan yang dianggap merugikan keuangan Garuda Indonesia yaitu dengan menyewa pesawat Boing 777.

Baca juga
Agar Investasi Farmasi Tancap Gas, Menko Luhut Janjikan Pajak Gratis

Menurut dia, Garuda Indonesia merugi karena besarnya biaya sewa pesawat tersebut. Bahkan angkanya bisa dua kali lipat dari harga sewa pada umumnya.

“Ini Boeing 777, harga sewa di pasar rata-rata $750.000/bulan, Garuda mulai dari hari pertama Bayar dua kali lipat? $1.400.000 per bulan. Uangnya kemana sich waktu di teken? pengen tau aja?,” tulis Peter.

Selain itu, keputusan blunder lain yang dilakukan PT Garuda Indonesia adalah saat membeli pesawat jenis CRT. Karena pembelian pesawat ini dianggap tidak sesuai peruntukannya.

“Ini pesawar CRJ Garuda yang salah beli, ada 17 buah. Siapa sich yang suruh beli? Siapa sich brokernya? Sekarang ngangur dan dibalikin. Ruginya jutaan?,” katanya.

Baca juga
BUMN Berpenghasilan di Bawah Rp50 Miliar Akan Dijual Erick Thohir

Peter menyebut masalah keuangan yang dialami Garuda Indonesia tidak bisa diterima dan dipahami oleh seluruh karyawan Garuda Indonesia, khususnya Perserikatan Asosiasi Pilot Garuda yang tetap menuntut hak mereka meski keuangan perusahaan tidak terpuruk.

“Perserikatan Asosiasi Pilot Garuda merupakan salah satu kendala dalam merestrukturisasi perusahan penerbangan nasional kita,” katanya.

Peter mengaku berani mempertanggungjawabkan peryataannya ini tentang sikap Perserikatan Asosiasi Pilot Garuda. Padahal di masa pandemi ini semua sektor dihantam permasalahannya yang sama yaitu soal keuangan.

“saya tanggung jawab tuduhan saya ini sepenuhnya. Mereka sama sekali tidak mau menurukan hak mereka selama Pandemi, dan semoga mereka menyadarainya. sekarang mereka pun akan menanggung akibatnya,” katanya.

Tinggalkan Komentar