Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Pfizer Akan Gantikan AstraZeneca sebagai Pemasok Utama Vaksin

Kamis, 16 Des 2021 - 14:42 WIB
Vaksin inilah.com
(ilustrasi)

Pfizer akan menggantikan AstraZeneca sebagai pemasok utama vaksin COVID-19 bagi program global COVAX di awal 2022, sebuah perubahan yang menunjukkan makin pentingnya suntikan mereka bagi negara-negara miskin.

Perubahan yang diperkirakan akan terjadi itu menimbulkan permasalahan bagi negara-negara penerima yang kekurangan kapasitas penyimpanan dingin untuk menyimpan vaksin Pfizer, di tengah risiko kurangnya stok alat suntik yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi.

Saat ini vaksin buatan AstraZeneca merupakan yang paling banyak didistribusikan oleh COVAX, menurut datia dari Gavi, aliansi yang mengelola COVAX bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejauh ini, program tersebut telah mendistribusikan lebih dari 600 juta suntikan bagi hampir 150 negara dengan lebih dari 220 juta vaksin buatan AstraZeneca dan 160 juta vaksin Pfizer.

Baca juga
Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil Mulai DigelarĀ 

Namun, pada kuartal pertama tahun depan, Pfizer dijadwalkan untuk menggantikan posisi AstraZeneca, menurut angka dari Gavi dan WHO terkait dengan dosis yang diatur oleh program COVAX untuk pasokan pada masa mendatang.

Pada akhir Maret, 150 juta dosis Pfizer akan didistribusikan oleh COVAX, menurut dokumen WHO.

Seorang juru bicara Gavi mengonfirmasi bahwa Pfizer berada di posisi lebih unggul terkait dengan suntikan yang ‘sudah dialokasi’ dengan sekitar 470 dosis yang dikirimkan atau siap dikirimkan, dibandingkan dengan 350 juta dari AstraZeneca.

Pfizer merupakan penyedia vaksin COVID-19 pertama untuk Uni Eropa, AS, dan Jepang.

Baca juga
Johnson & Johnson Klaim Dosis Booster Vaksin Mereka Tingkatkan Imun Hingga 94 Persen

Perusahaan itu telah memiliki sejumlah kesepakatan bilateral dengan jumlah lebih dari enam miliar dosis, dan menjadikan Pfizer sebagai pemasok vaksin COVID-19 tersbesar, menurut data UNICEF yang merupakan badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun, AstraZeneca telah dilihat sebagai pemasok penting ke negara-negara berkembang, mengingat vaksinnya lebih murah dan mudah untuk dikirim.

Pada awal pandemi, COVAX banyak memiliki keyakinan besar terhadap AstraZeneca. Namun, permasalahan terkait dengan pasokan dan larangan ekspor dari India sebagai produsen secara bertahap menurunkan kepercayaan terhadap AstraZeneca.

Saat COVAX menghadapi masalah dalam mengamankan vaksin langsung dari para produsen di tengah kesulitan global untuk mendapatkan suntikan, donasi dari negara-negara maju menjadi semakin penting, menjadikan Pfizer sebagai pemasok utama COVAX. AS kebanyakan memberikan hibah vaksin Pfizer ke program tersebut.

Baca juga
Sah! BPOM Terbitkan Izin Sinopharm Jadi Vaksin Booster

 

Tinggalkan Komentar