Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

PGN akan Konversi LGN untuk Bahan Bakar Kereta Api Pembangkit

Selasa, 05 Jul 2022 - 15:06 WIB
PGN akan Konversi LGN untuk Bahan Bakar Pembangkit di Kereta Api
Kereta Api/ist

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan melakukan konversi bahan bakar dengan fasilitas Diesel Dual Fuel (DDF). Sistem ini akan PGN lakukan lewat PT PGN LNG Indonesia (PLI) ke moda kereta api pembangkit milik PT KAI.

Langkah ini PGN lakukan setelah mereka lakukan uji coba pada kereta pembangkit Dharmawangsa Jakarta – Surabaya. Dari uji coba tersebut menunjukkan adanya efisiensi dan nilai substitusi solar oleh gas/ LNG.

“Uji coba dinamis berhasil dilaksanakan. Efisiensi yang didapatkan pada sistem DDF secara kumulatif sebesar 37 persen. Sedangkan efisiensi pada sistem Diesel Engine Generator (DEG) eksisting sebesar 35 persen,” ungkap Direktur Utama PLI, Nofrizal dalam keterangan resmi, Selasa (5/7/2022).

Baca juga
Foto: KAI Siapkan 284 Kereta Penumpang untuk Mudik Lebaran 2022

Dia mengatakan uji coba yang pihaknya lakukan menunjukkan hasil yang baik dari substitusi energi solar atau besaran gas yang terpakai pada sistem DDF. Dari segi substitusi gas dengan rata-rata beban 22 persen, uji dinamis dapat memberikan substitusi bahan bakar eksisting sekitar 43 persen.

“Kereta yang dikonversi memiliki kapasitas daya sebesar 500 kVA. Berdasarkan data yang kami peroleh, jika 100 persen beban maka konsumsi BBM pada DEG bisa mencapai 110 Liter per jam,” ujar Nofizal.

Adapun, uji coba ini menggunakan Fumigation System untuk Diesel Engine. Sistem ini merupakan suatu sistem DDF yang paling sederhana. Sebab uji coba ini tidak perlu melakukan mayor modifikasi pada mesin diesel.

Baca juga
Subholding Pertamina Optimalikan Potensi Gas Bumi di Masa Transisi Energi

Dengan kata lain jika sistem ini tidak lagi diterapkan, maka mesin diesel bisa kembali seperti semula. Selain itu, sistem ini dapat menyesuaikan dengan pengaturan (setting) pada bagian mesin DEG milik KAI.

Nofrizal memastikan, PT KAI menerima pelaksanaan uji coba ini. Dengan begitu, harapannya program ini dapat berjalan sesuai target yakni mendorong efisiensi di PT KAI.

“Lantaran subsidi BBM cukup besar, mengingat terus meningkatnya harga BBM di tingkat global. Selain itu, tentu saja sangat mendorong utilisasi BBG,” imbuh Nofrizal.

LGN yang PGN gunakan nanti berasal dari Jambaran Tiung Biru atau Terminal LNG Jawa Timur atau sumber lain untuk kereta api.

Dari hasil uji coba yang sudah PGN lakukan untuk pengoperasian DDF ini menunjukkan bahwa LGN berpeluang menjadi bahan bakar pembangkit kereta api.

Baca juga
Polisi Sebut Tabrakan LRT di Cibubur Kecelakaan Kerja

“Tak kalah penting, mendukung peran PGN dapat mengembangkan potensi bisnis baru pada sektor infrastruktur ini dengan menyediakan energi gas bumi untuk transportasi darat,” kata Nofrizal.

Tinggalkan Komentar